Kampanye “Rayakan Namamu” Ajak Generasi Muda Stop Verbal Bullying

Aktivitas verbal bullying ternyata lebih berbahaya ketimbang jenis bullying lainnya. Sebab, hal tersebut memiliki efek besar bagi kehidupan seseorang. Salah satu bentuk verbal bullying adalah dengan mengganti nama seseorang dengan nama julukan atau biasa disebut dengan name calling. Bahkan verbal bullying dapat dikatakan sebagai bentuk lain dari praktek bullying atau penindasan yang dapat terjadi pada siapa saja.
Berdasar data UNICEF, terdapat 50% anak melaporkan kejadian bullying di sekolah. Hal ini tak jarang mengakibatkan minat dan prestasi seorang anak di sekolah yang menurun. Efek yang terjadi pada korban bullying pun beragam, mulai dari bolos sekolah, memaksa untuk pindah sekolah, hingga kasus drop out dari sekolah pun tak terhindarkan . Oleh sebab itu, komunitas Sudah Dong bersama dengan Coca-Cola Indonesia meluncurkan kampanye “Rayakan Namamu” untuk melawan fenomena verbal bullying.
“Kami yakin segala bentuk bullying, termasuk verbal bullying di dalamnya, tak bisa didiamkan begitu saja. Sangat diperlukan adanya gerakan aktif dari masyarakat, termasuk juga generasi muda untuk menjadi bagian sebuah perubahan ke arah yang lebih baik,” ujar Katyana Wardhana, pendiri komunitas Sudah Dong disela acara peluncuran kampanye “Rayakan Namamu” yang dihelat di Jakarta, 13 Januari 2016.

FOTO: DOK. COCA-COLA INDONESIA

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa liputan acara komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

2 Comments

  1. admin says:

    wow keren 😀

  2. Dewi says:

    Artikel yang bagus, dengan begitu setidaknya ada beberapa tindakan bullying harus dihentikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *