Aman Saat Bepergian dengan Kendaraan Umum

Pelecehan seksual bisa terjadi kapan dan di mana saja, bahkan di berbagai situasi yang tidak pernah kita duga. Seringkali kejahatan ini terjadi di kendaraan umum, dan kaum perempuan selalu menjadi sasarannya, terutama saat situasi dalam kendaraan sedang berdesak-desakkan. Lalu bagaimana supaya tetap aman saat naik kendaraan umum?

Komunitas perEMPUan, yang giat memberikan informasi pencegahan pelecehan seksual, membagikan beberapa tips yang perlu diperhatikan saat menggunakan moda transportasi secara spesifik, sebagai berikut:

TAKSI

  • Ajaklah supir taksi berbicara, terutama mengenai keluarganya.
  • Untuk memberi efek psikologis pada supir, segera telepon kerabat untuk mengabarkan informasi seperti yang dijelaskan pada poin sebelumnya.
  • Segera catat nama supir, nama perusahaan taksi, NIP supir, nomor pintu taksi, lokasi mencegat taksi, tujuan perjalanan dan kabarkan kepada kerabat ataupun melalui media sosial.
  • Cek apakah foto dalam kartu pengenal sama dengan wajah supir yang mengendarai.
  • Sebelum naik, minta supir membuka bagasi untuk memastikan bahwa tidak ada orang lain yang berada di dalamnya (untuk mencegah modus menjepit penumpang menggunakan jok belakang).
  • Cek kunci pintu dan jendela taksi apakah berfungsi dengan baik.
  • Sebisa mungkin pesanlah taksi melalui telepon. Kalaupun harus menghentikan dari pinggir jalan, pilihlah taksi yang terdaftar di 108 atau taksi yang dikenal aman.

ANGKOT

  • Sebelum naik, lihat plat nomor dan catat atau foto dengan menggunakan ponsel di telepon genggam.
  • Kabarkan kerabat tentang plat nomor dan nomor angkot yang dinaiki serta bisa juga dilengkapi dengan menuliskannya di media sosial.
  • Pilih angkot yang kacanya tidak terlalu gelap.
  • Jangan naiki angkot bila penumpangnya hanya laki- laki.
  • Perhatikan keadaan supir untuk memastikan bahwa ia tidak sedang mabuk.
  • Sebisa mungkin cari tempat duduk dekat pintu agar memudahkan untuk kabur bila terjadi hal yang tidak diinginkan.
  • Hindari menaiki angkot yang memutar musik dengan kencang karena kasus perkosaan yang terjadi di angkot dilakukan dengan memutar keras musik sehingga teriakan korban tidak terdengar.

BUS

  • Pilihlah bis yang penerangannya cukup dan penumpangnya tidak seluruhnya laki-laki.
  • Sebisa mungkin cari tempat duduk bersebelahan dengan perempuan.
  • Duduklah dengan posisi mengunci (tangan menutupi kedua dada bagian samping dan letakkan tas di depan dada untuk melindungi dada, paha dan kemaluan).

Untuk informasi lengkap mengenai panduan pencegahan pelecehan seksual di tempat umum dan kendaraan umum, bisa kalian unduh dengan cuma-cuma disini : db.tt/U5zwrDs5 

FOTO: DOK. AKUN INSTAGRAM ANGKOT TRAVELLER

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *