Ainun Chomsun: Beri Peluang Semua Orang untuk Belajar

1. Ira: Sebagai pendiri, seperti apa peran serta keterlibatan Anda di dalamnya sejak awal hingga kini? Dan tantangan terbesar apa yang Anda alami di awal membangun Akademi Berbagi & menjalankan program-program di dalamnya?
Ainun: Sebagai pendiri, keterlibatan saya cukup besar. Terjun langsung mengelola kegiatan, rekruitmen relawan, membuat program sosialisasi dan menjaga agar gerakan ini berjalan dengan baik. Saya menjadi pendiri sekaligus ketua, baru tahun lalu, setelah 5 tahun saya melepas jabatan ketua dan menyerahkan kepemimpinan ke relawan lain. Saya menjadi bagian dari pengurus saja. Tantangan terbesar adalah mengajak masyarakat untuk mau belajar tanpa embel-embel ijaza atau sertifikat, karena selama ini kebanyakan masyarakat belajar untuk mendapatkan sertifikat atau ijazah. Tantangan kedua adalah mengajak masyarakat untuk menjadi volunteer. Budaya volunteer yang dulu sudah dilakukan oleh nenek moyang perlahan luntur oleh kesibukan, untuk itu Akber pengin mengajak kembali masyarakat untuk menjadi volunteer.
2. Ira: Boleh dishare, apa saja tips sukses cara membangun komunitas / gerakan sosial yang berkesinambungan secara sukarela sesuai pengalaman Anda selama ini?
Ainun: Tidak ada tips sukses secara khusus, intinya jalani semua hal dengan konsisten, tidak mudah menyerah dan melakukan sosialisasi secara terus menerus dengan memanfaatkan social media.
3. Ira: Sejauh ini, topik seperti apa yang paling menarik animo anggota / volunteer / peserta kegiatan wanita di kelas-kelas yang pernah diadakan oleh Akademi Berbagi?
Ainun: Beda kota beda ketertarikannya. Tetapi secara umum hal-hal yang terkait teknologi & social media serta entrepreneurship jadi tema yg banyak diminati sebagian besar kota.
4. Ira: Menurut pandangan Anda, hal-hal apa saja yang harus diperhatikan lebih dalam terkait dengan isu-isu pemberdayaan perempuan & anak di Indonesia?
Ainun: Yang terpenting adalah : edukasi dan kesempatan yang lebih luas bagi perempuan untuk berkarya di mana saja. Terutama edukasi mengenai teknologi bagi para perempuan. Dengan kemudahan akses dan pemahaman penggunaan teknologi secara benar maka bisa meningkatkan peran perempuan dalam karya nyata. Untuk anak : edukasi yang berkualitas secara merata adalah yang terpenting, serta pendampingan orangtua dalam mendidik anak secara intensif. Banyak sekali orangtua yang sibuk sehingga anak-anak kurang mendapat pendidikan yang cukup baik di rumah.
 5. Ira: Sebagai wanita mandiri yang memiliki banyak kegiatan di luar rumah, bagaiman cara Anda membagi waktu dengan keluarga?
Ainun: Saya tidak ada waktu khusus untuk anak, tetapi semua jadwal kegiatan saya disesuaikan dengan kebutuhan anak. Saya memilih tidka bekerja full-time, menemani anak dalam berbagai kegiatan yang butuh orangtuanya dan melibatkan anak dalam kegiatan sosial seperti akademi berbagi supaya anak paham dan belajar.
 
6. Ira: Setelah menjalankan Akademi Berbagi, apa perubahan besar dalam hidup yang Anda rasakan?  Pengalaman berharga apa saja yang didapat sejak awal hingga kini?
Ainun: Yang pasti networking saya semakin besar, banyak kesempatan yang saya peroleh. Termasuk ikut dalam program IVLP (International Visitor Leadership program) dari US Departement of State, dan saat ini saya bisa bekerja di 2 institusi media online dan advertising agency.
 
7. Ira: Siapa sosok yang menjadi inspirasi bagi hidup Anda, sehingga Anda bisa menjadi sosok yang seperti sekarang?
Ainun: Ibu adalah sosok yang inspiratif di mata saya. Karena dia perempuan tangguh, membesarkan 6 anak seorang diri tanpa pernah mengeluh dengan kondisi ekonomi yang serba kekurangan, hingga akhirnya semua anaknya selesai kuliah sarjana. Ibu juga jadi pemimpin organisasi perempuan dan membangun sekolah murah di kampung halaman, yang dananya beliau cari sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *