Dwiki Mahendra: Tiga Tahun Di Balik Aksi Panggung Jakarta Saber

Serial Star Wars besutan sutradara George Lucas merupakan serial film epik tentang dunia antargalaksi yang menarik. Akui saja, kamu dan teman-temanmu bahkan orang tuamu juga menggemari serial film ini kan? Semenjak kemunculan film pertama dari serial ini, Star Wars mampu membuat dirinya sendiri menjadi salah satu fenomena budaya secara global. Siapa sih yang tidak kenal dengan model rambut kepang ala Putri Leia? Atau koleksi-koleksi baju milik Ratu Padme? Atau topeng milik Darth Vader yang fenomenal itu? Beberapa adegan dalam serial ini bahkan sukses juga menjadi meme di dunia maya. Karena merupakan fenomena budaya global, pastinya serial ini juga sedikit banyak berpengaruh di negara kita. Ada banyak toko mainan di Indonesia yang menjual action figure dari serial ini, toko-toko kostum yang menyewakan kostum Darth Vader, dan masih banyak lagi. Beberapa anak muda di Jakarta kemudian tertarik untuk membuat komunitas bernama Jakarta Saber, biasa juga dikenal dengan Jak Saber.

Komunitas Jak Saber merupakan salah satu komunitas yang berdedikasi dalam menggemari serial Star Wars ini. Semenjak dibuat pada tahun 2012, komunitas ini sering melakukan latihan rutin setiap Kamis malam di Taman Menteng. Latihan apa ya? Mereka berlatih memainkan lightsaber dengan berbagai macam teknik sembari merancang skenario untuk theatrical performance mereka yang selanjutnya. Mas Dwiki Mahendra, ketua dari Jak Saber, telah berbaik hati untuk menceritakan sepak terjang Jak Saber selama ini.

Selain menjabat sebagai ketua, Mas Dwiki juga berperan sebagai perancang performance dan video. Mas Dwiki ini telah mengetuai Jak Saber selama tiga tahun, lho! Dengan sistem musyawarah tiap tahun, Mas Dwiki selalu mendapatkan kepercayaan sebagai ketua. Dengan latar belakang pendidikan perfilman dan kemauannya untuk selalu belajar dari kesalahan, Mas Dwiki selalu kaget setiap tahunnya karena selalu dipilih sebagai ketua. Hehehe ada-ada saja. Karena ia juga berperan sebagai perancang performance dan video, Mas Dwiki juga banyak berpikir untuk konsep pertunjukan yang akan dipersembahkan oleh komunitas Jak Saber. Ada beberapa macam pertunjukan yang dipersembahkan oleh Jak Saber; mulai dari pertunjukan dengan skenario dan story board, free style, jedy academy, wah banyak deh! Karenanya, Mas Dwiki perlu merancang setiap pertunjukan, mulai dari skenario, susunan lagu, pengaturan pemain di panggung, dan lain-lain. Kedua amanat itu ia emban selama tiga tahun.

Menjadi perancang pertunjukan dan video juga tidak semua lancar. Beberapa kendala kecil pernah dialami Jak Saber. Pernah, saat itu Jak Saber menampilkan pertunjukan dengan adegan menggunakan proyektor. Hanya saja, backdrop di panggung saat itu tidak menunjang penampilan mereka karena ada terlalu banyak gambar. Jak Saber yang manggung saat itu tidak kehilangan akal. Mereka akhirnya mengandalkan bahasa tubuh mereka; yang penting informasinya sampai dan penonton pun paham jalan ceritanya. Jak Saber pun sukses melewati kesulitan di panggung saat itu. Tepuk tangan!

Selain kendala saat pertunjukan, Mas Dwiki juga memiliki tantangan sendiri sebagai ketua Jak Saber. Diakuinya, tantangan terbesar dalam mengelola Jak Saber adalah mempersatukan dan memajukan karakter, pandangan, dan latar belakang masing-masing anggota yang berbeda-beda. Tentu saja, teman-teman Komunita dapat melihat ya kalau Mas Dwiki bisa mengatasi tantangan tersebut, mengingat Mas Dwiki selalu dipercaya untuk kembali menjadi ketua. Ketika ditanya apa reaksinya bila terpilih kembali menjadi ketua, ia menjawab bahwa ia akan kaget (lagi-lagi). Ia juga menyatakan bahwa ia akan terdorong untuk menjadikan Jak Saber lebih baik lagi.

Kegiatan rutin setiap Kamis malam di Taman Menteng merupakan waktu untuk berkumpul bagi anggota Jak Saber. Disini mereka berlatih memainkan lightsaber dengan teknik-teknik yang baru. Mereka saling mengajar kemampuan menggoyangkan lightsaber dan atraksi-atraksi lainnya. Untuk meminimalisir resiko terkilir, mereka sebelumnya sudah riset kecil-kecilan tentang penanganan dan pencegahan resiko tersebut. Selain itu, semua anggota Jak Saber juga akan berbagi ide dan pengalaman untuk membuat skenario-skenario untuk pertunjukan mereka selanjutnya.

Acara rutin komunitas ini tiap Kamis membuahkan hasil yang baik. Dalam masa kiprahnya, komunitas ini setidaknya telah manggung lebih dari dua puluh kali. Mas Dwiki secara pribadi sangat terkesan dengan penampilan komunitasnya saat event SW Weekend November tahun lalu. Penampilan tersebut membekas sebagai penampilan yang menurutnya terbaik, karena selain persiapannya yang paling lama, aksi pertunjukan komunitas yang dipimpinnya ini berhasil mendapat apresiasi yang heboh; tidak hanya dari Indonesia saja, tapi juga dari luar negeri lho! Hebat banget ya, teman-teman!

Pertunjukan terakhir yang telah mereka tampilkan adalah Tears of Umbara yang mereka tampilkan secara spektakuler saat Jakarta Toys Fair, awal Maret ini. Dengan jumlah total anggota sebanyak 50 orang, Mas Dwiki berharap Jak Saber akan terus ada hingga puluhan tahun ke depan untuk mempopulerkan budaya pop dari serial besutan George Lucas ini di Indonesia. Ia juga ingin Jak Saber semakin ter-expose tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri dengan menggelar pertunjukan di berbagai acara di luar negeri.

Selain dua pekerjaan di komunitasnya, Mas Dwiki juga punya berbagai kesibukan. Selain sebagai editor dan videographer secara freelance, Mas Dwiki juga menjadi performer di sebuah performance company. Luar biasa sibuk, ya, teman-teman? Mas Dwiki rajin membagi berbagai prioritas karena berbagai kesibukannya ini. Ia tentu saja pernah keteteran dan kelabakan karena berbagai hal. Mengingat karakternya yang selalu belajar dari kesalahan, ia belajar untuk mengorganisir berbagai kegiatannya tersebut. Ia melihat dulu apa perihal kegiatan-kegiatan yang keteteran tadi; bila dapat ia kerjakan saat itu juga maka akan ia kerjakan saat itu juga. Bila tidak memungkinkan, ia akan menyusun rencana untuk reschedule.

Bagi teman-teman Komunita di Jakarta yang tertarik untuk bergabung dengan Jak Saber, kalian bisa ikuti Instagram dan Twitter mereka atau bisa juga “Like” Facebook Fanspage mereka. Tim Komunita.ID berharap komunitas Jak Saber terus berjaya di dunia performance di Indonesia. Terima kasih Mas Dwiki atas kesediaan untuk berbagi kisah bersama kami! 🙂 May The Force Be With You, Mas!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *