APINDO: Keluhkan Tersendatnya Pembangunan Infrastruktur

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyesalkan implementasi paket kebijakan yang beberapa di antaranya tersendat. Salah satunya adalah lambannya pembangunan infrastruktur kelistrikan.

Ketua Apindo Hariyadi B Sukamdani mengatakan lambannya pembangunan infrastruktur listrik di Tanah Air akibat lemahnya kinerja dan pembinaan para direksi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Bahkan Hariyadi meminta pemerintah meninjau kembali jajaran direksi perusahaan pelat merah tersebut.

“Menurut saya yang tidak jalan (implementasi paket kebijakan) itu masalah infrastruktur listrik. Itu tidak jalan, baik untuk mendorong investasi baru maupun penurunan tarif listrik ternyata tidak terjadi di lapangan. Jadi menurut saya perlu direview betul-betul direksinya, khususnya direktur utamanya, kalau tidak bisa ya diganti saja,” cetus Hariyadi di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (28/4/2016).

Bahkan, katanya, pemberian diskon tarif listrik bagi industri hanya sedikit sehingga biaya operasional industri tetap tak mengalami penurunan yang signifikan. Padahal industri membayar penuh tarif listrik dan tidak mendapat subsidi tarif dari pemerintah.

“Penurunan tarif listrik untuk industri diturunkan kecil. Jadi ¬†kami lihat PLN memang masih mau cari margin besar untuk tutupi inefisiensi mereka. Kira-kira begitu,” tutur dia.

Penghapusan subsidi memang kebijakan tepat. Namun, jika pelayanan yang diberikan tidak maksimal, hal ini akan justru membunuh perlahan masyarakat dan para industri.

“Penghapusan subsidi sudah disampaikan sejak lama. Memang tidak fair karena dibebankan begitu besar (untuk industri besar), tapi di sub sektor rumah tangga (diberi subsidi) lebih dari 10 tahun,” pungkas Hariyadi.

Foto dan berita diambil dari sumber.

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa liputan acara komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *