Komunitas Pegiat Wisata Beri Kado Terbaik Untuk HUT Kota Semarang

HUT Kota Semarang yang jatuh setiap tanggal 2 Mei memang menjadi momentum untuk menunjukkan darmabakti kepada kota ini. Tidak saja menjadi kota yang nyaman untuk tinggal, namun Semarang juga memberikan nafkah kepada warganya.

Sadar akan hal itu, Komunitas Pegiat Wisata berusaha memberikan kado terbaik. Agenda Ngerock (Ngresiki Jembatan Berok), dipilih sebagai sumbangsih kecil bagi perkembangan wisata kota ini.

“Ini adalah kado kecil bagi ultah Semarang ke-469. Semoga dengan kado membersihkan Jembatan Mberok ini, dapat menjadi penyemangat bagi pemerintah dalam melakukan revitalisasi Kota Lama karena warganya mendukung langkah tersebut,” terang Koordinator Pegiat Wisata Gus Wahid, Minggu (1/5).

Menurutnya, kegiatan yang digelar diiniasi dari keinginan anggota komunitasnya untuk memberikan kontribusi nyata bagi kota ini. Dengan ikut membersihkan jembatan, mencabut rumput bahkan mengepel keramik jembatan, akan terbangun kesadaran di hati warga bahwa Kota Lama nantinya akan dilirik masyarakat dunia.

Terlebih saat ini Pemkot Semarang sedang sibuk melakukan revitalisasi Kota Lama. Didukung berbagai komunitas lain seperti Denok Kenang, Klub Merby, Kampoeng Semarang, TB Utama, PT PRPP, OASE dan beberapa elemen lain, mereka melakukan aksi bersih-bersih Jembatan Berok.

“Kegiatan ini juga merupakan follow up dari kegiatan Reresik Kota Lama yang dilakukan beberapa waktu lalu di kawasan Kota Lama bersama Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo,” tukasnya.

Ditambahkannya, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap warisan di Kota Semarang, khususnya Jembatan Berok. “Tidak perlu menunggu pemerintah, kami langsung bergerak karena para pegiat wisata cinta kota ini,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.

Iva Nike dari Komunitas Denok Kenang menambahkan jika di sekitar Jembatan Berok sudah terlihat bersih, namun ada beberapa sampah yang masih terlihat di aliran Kali Semarang yang bisa saja datang dari hulu. Selain bersih-bersih, mereka juga membersihkan tralis besi berwarna merah yang dirasa sudah mulai pudar.

Tak hanya itu, mereka juga mengepel pedestrian Jembatan Berok yang berada di sisi selatan karena merupakan bangunan yang bersejarah. “Kalau untuk lampu dan menara, kami tidak menyentuhnya karena harus ada yang menanganinya sendiri dan sampai saat ini masih terawat,” pungkasnya.

Sumber: Berita Jateng

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa liputan acara komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *