TRIPLE P; “Menumbuhkan Empati Memperkaya Kualitas Diri”

Triple-P atau Pemuda Peduli Panti merupakan sebuah komunitas Medan yang peduli terhadap perbaikan mutu pendidikan adik-adik di panti asuhan yang membutuhkan sosok seorang kakak sebagai teman pengajar, penular optimisme sekaligus pemberi inspirasi dalam usaha mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik dan mengangkat harkat hidup mereka. Triple P, komunitas para volunteer yang mengajarkan adik-adik panti asuhan tanpa dibayar. Komunitas pengajar ini memiliki orang-orang yang mulia, semangat tinggi dan rasa peduli terhadap dunia sosial dan pendidikan adik-adik.

Triple-P sendiri awalnya di dirikan oleh para alumni progam pertukaran pemuda antar Negara dan sudah bergerak sejak 2011.

“Menumbuhkan Empati Memperkaya Kualitas Diri” merupakan motto dari triple-P,  berbagi ilmu dengan cara menjadi kakak asuh dan guru private dengan beragam pembelajaran seperti matematika, bahasa inggris, ipa, ips, bahkan pelajaran di luar sekolah seperti fotografi, video, photo editing,dan menari. Ada beberapa panti asuhan di kota Medan di antaranya Panti Asuhan Padang Bulan, Alwashliyah Brayan, panti asuhan Denai, serta sebagai Fasilitor pada Yayasan Chairul Tanjung Foundation (CTF) dan panti asuhan lainnya.

Suryadi yang juga sebagai salah satu alumni program Pertukaran Pemuda Indonesia Australia (PPIA) secara aktif menjadi volunteer di Triple-P yang memiliki tujuan yang sama dengan volunteer lainnya yaitu membagi ilmu pengetahuan yang dimiliki, serta membantu  kebutuhan adik-adik panti, ia telah bergabung sejak  2013 di masa perkuliahan.

Pemuda-pemudi pada komunitas ini tidak ingin melewati masa mudanya dengan hura-hura seperti anak muda biasanya yang menghabiskan waktu untuk hangout di cafe, mall atau bersikap hedonisme yang kurang memiliki kepedulian sosial terhadap orang-orang yang nasibnya kurang mampu dari kehidupan kita. Selain menambah pengalaman mengajar, juga menciptakan relasi untuk bertemu dengan orang-orang baru, bisa menjadi teman bahkan keluarga.

Kegiatan pada komunitas ini dilakukan setiap minggu pada hari yang berbeda dan di panti asuhan yang berbeda. “Beragam ilmu pengetahuan kami ajarkan kepada adik-adik panti, saya mengajarkan bahasa inggris kepada mereka. Tidak hanya itu kami juga mengajarkan agama dengan mengaji, serta melakukan kegiatan sosial lainnya dengan adik-adik panti asuhan”, tutur Suryadi.

Adik-adik panti asuhan terdiri dari anak-anak hingga remaja, mereka memiliki kisah yang berbeda, sehingga mereka menjadi anak-anak panti. Ada yang sudah menjadi anak panti sejak bayi berumur seminggu karena ibunya meninggal saat melahirkan, ada pula yang mempunyai ibu tapi ayahnya sudah tiada sehingga tidak mampu membiayai kehidupan mereka, dan berbagai kisah yan akan menampar hati kita yang kadan jarang bersyukur atas apa yang Tuhan anugerahkan kepada kita.

Dengan beragam latar belakang dan karakter, para volunteer triple-p harus mampu berbaur, suka pada anak-anak dan dapat memotivasi adik-adik walaupun mereka berada di panti asuhan tetapi mereka  masih bisa mendapatkan ilmu pengetahuan yang sama dengan orang-orang yang berekonomi menengah keatas dan memiliki keluarga.

Selain mengajar secara rutin, Triple-P juga mempunyai beberapa program lain untuk mengembankan kreatifitas dan memacu semangat adik-adik panti asuhan. Gerakan seribu baju lebaran untuk adik panti, Pentas Seni, EDu trip ke beberapa tempat seperti museum dan perpustakaan, adalah bebrapa contoh kegiatan positif Triple-P. Bahkan Triple-p juga turut membantu pendidikan adik panti asuhan yang ingin melanjutkan kuliah dengan bantuan beasiswa atau subsidi kusus dari otoritas kampus.

Karena setiap orang mempunyai mimpi dan keinginan untuk maju dan menjadi sukses, begitupun adik-adik panti asuhan yang ingin mengubah garis kehidupannya menjadi lebih baik, maka harus ada orang-orang yang peduli dan mendukung akan hal itu.

Sumber: Lapak Medan

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa profil komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *