Gabung yuk komunitas ini biar seperti Bruce Lee

Mendengar kata Nunchaku mungkin masih terasa asing bagi sebagian orang. Nunchaku sendiri adalah sebuah senjata berbentuk dua tongkat pendek berukuran sekitar 30 cm yang dihubungkan dengan rantai atau tali. Nunchaku lebih populer dengan nama double stick.

Di Bandung ada sebuah komunitas tempat berkumpulnya penggemar senjata Nunchaku. Komunitas ini bernama Indonesia Nunchaku Club (INC) Bandung. Komunitas INC Bandung sendiri merupakan bagian dari induk komunitas INC pusat yang berada di Jakarta.

Di Bandung komunitas ini mulai berdiri pada 2009 oleh tiga orang mahasiswa yakni dua mahasiswa ITB dan satu mahasiswa Unikom. Ketiga mahasiswa ini datang dari berbagai latar belakang, ada yang memang memiliki basic beladiri, hoby free style dan bahkan tidak memilliki dasar beladiri sama sekali.

Dari situ mereka mulai demo nampilin kebolehan mereka di berbagai tempat di Bandung dan ternyata banyak peminatnya. Setelah itu diajukan ke INC pusat untuk ikut menjadi region nasional. Hingga akhirnya terbentuk INC Bandung pada 10 Mei 2009, ujar Filial Saadillah, sesepuh INC Bandung.

Untuk kegiatan rutin komunitas ini biasa menggelar latihan di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana setiap Minggu pukul 9.00 WIB. Di sini mereka belajar beragam jenis teknik teknik nunchaku. Mereka mengembangkan beragam teknik nunchaku salah satunya free style Nunchaku. Dalam teknik ini tidak menonjokan teknik beladiri, melainkan pada keindahan dan keterampilan menggunakan Nunchaku. Ada beragam teknik Nunchaku yang dipelajari seperti huricane, spin, dan teknik-teknik lain.

Selain melakukan kegiatan rutin di Balai Kota, komunitas ini juga sering melakukan kegiatan di Taman Panatayuda. Bedanya di lokasi ini mereka melakukan latihan pada malam hari. Di sini kami latihan pakai api. Jadi di ujung kedua bilah besi atau aluminium kita pasangi pakai kain, dibakar dan dimainin. Kami ngambil seninya dari situ. Jadi bukan sekadar latihan teknik, kami kembangin ke api, kata pria yang akrab disapa Kang Saad ini.

Jumlah angota INC Bandung saat ini ada sekitar 50 orang. Mereka datang dari berbagai kalangan. Mulai dari pelajar, mahasiswa, dan bahkan ada tentara juga ikut bergabung.

Jadi kami macam-macam dari berbagai latar belakang. Anggota kami paling muda kami ada yang berusia 8 tahun dan paling tua 50 tahun, ujar Ketua Harian INC Bandung Alex Gochi menambahkan.

Terkait masalah keamanan di komunitas ini tetap menjadi yang utama. Untuk itu para anggota baru akan diajarkan beragam teknik dasar menggunakan nunchaku.

Nanti akan diajarkan teknik-teknik dasar seperti cara menggenggam (grip) dan materi materi tentang bagian nunchaku sendiri seperti bilah, ukuran, rantai, bahannya juga. Untuk latihan dasar biasanya belajar 3 bulan. Untuk tingkat lanjut, bisa dikatakan bisa itu sekitar 6 bulan, ucap Saad.

Komunitas ini sering mengikuti berbagai kompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Untuk kompetisi nasional, INC Bandung rutin mengikuti. Salah satu perwakilannya bahkan menjadi juara bertahan INC Master se-Indonesia tiga tahun berturut turut sejak tahun 2009-2011 untuk kategori double fire. Selain itu pada 2011 lalu komunitas INC Bandung mengirimkan tiga wakilnya untuk mengikuti ajang world cup. Di ajang ini ketiganya menembus semifinal. Salah satunya perwakilan bahkan menembus babak final hingga akhirnya harus terhenti oleh perwakilan dari China.

Bagaimana? Anda tertarik? Jika ingin bergabung datang saja langsung ke Balai kota Bandung setiap Minggu pagi. Mereka biasa menggelar latihan rutin di sana. Anggota baru cukup mengisi formulir calon anggota. Jika Anda masih penasaran dengan komunitas ini, Anda dapat memantau kegiatan mereka di sosial media. Untuk Facebook Indonesia Nunchaku Club, twitter @INC_Bandung, instagram @inc_Bandung.

 

Sumber: Merdeka.com

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa profil komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *