Aprindo: Operasi Pasar Itu Menyesatkan!

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Tutum Rahanta mengatakan kegiatan operasi pasar yang dilakukan pemerintah jelang Idul Fitri merupakan kegiatan yang tidak mendidik. Teori operasi pasar yang selama ini diusung pemerintah dalam menyediakan harga murah dianggap menyesatkan.

Tutum menjelaskan di saat harga sedang naik, kemudian pemerintah mencari pedagang yang menjual harga rugi untuk kemudian dijual ke masyarakat dengan harga rendah. “Itu menyesatkan. Tidak mendidik yang namanya operasi pasar itu. Siapapun jual harga rugi ya pasti dibeli orang,” kata Tutum di kantor CORE, Jakarta.

Tutum menambahkan pihaknya bertahun-tahun membangun pasar kemudian dalam sekejap harga naik dan pemerintah ingin stabilkan harga yang gagal di pasar dengan membanting murah. Itu jelas sangat merugikan pedagang baik di pasar ritel maupun tradisional.

“Kami sudah lama membangun pasar dan dalam sekejap harga naik kemudian pemerintah mau stabilkan harga yang gagal pasar. Dan kami dihantam dengan dijualnya harga murah. Padahal harga dipasok dan kami hanya ingin cari margin,” kata dia.

Tutum kemudian mengatakan ini merupakan politik negara yang susah. Sama saja dengan menghantam pedagang secara perlahan.

“Saya dagang lama tapi teraniaya karena seringnya operasi pasar itu. Ini‎ penyakit kronis dalam tubuh kita yang ditempel koyo panas disangka hilang padahal belum dan balik lagi rasa sakitnya. Ini yang kemudian dipakai oleh menteri-menteri,” katanya.
Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa liputan acara komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *