Zodiac MTB Community Surabaya; “Tambah Jalur, Tambah Dulur, Tambah Umur”

Tambah jalur, tambah dulur, tambah umur. Begitulah moto komunitas penggemar sepeda gunung Zodiac MTB Community Surabaya. Dengan event berseri yang diadakan secara rutin tiga bulan sekali, komunitas tersebut terhitung telah mengadakan total sepuluh seri dan dua event seri sela. ”Bisa kumpul dan ketemu dengan biker itu rasanya seperti menemukan kembali keluarga yang hilang,” kata anggota Zodiac MTB Community Bagus Andris Lesmana.

Seperti motonya, pada setiap seri Zodiac menawarkan tema yang berbeda di daerah yang juga berbeda. Jalur juga sangat berbeda dan nyaris tidak ada yang diulang. Selalu ada jalur baru di tiap seri. Yang pasti, trek yang disuguhkan selalu menantang dan menawarkan pesona keindahan alam yang menawan.

Jalanan berbatu serta tanjakan dan turunan curam sudah menjadi menu utama. Mulai Taman Nasional Baluran (Situbondo, Banyuwangi) dan trek Mahameru di Gunung Semeru sudah dijajal.

Didirikan pada Februari 2014, Zodiac kini sudah memiliki 2.723 anggota dari berbagai penjuru Indonesia. Pendaftaran member Zodiac MTB Community pun tak ribet. Para biker bisa mendaftar via e-mail dan mendapatkan nomor member.

Siapa sangka, ide pendirian komunitas yang punya ribuan member itu tercetus dari obrolan santai di warung kopi (warkop). ”Waktu itu saya dan teman-teman kumpul di warkop Bungkul (Surabaya, red) pengin gimana caranya biker-biker supaya terwadahi,” ujar Ketua Zodiac Agus Suprayitno.

Berawal dari obrolan kecil tersebut, tiba-tiba muncul nama Zodiac yang berarti bintang. ”Hanya sekian detik saja nama Zodiac itu muncul di pikiran saya. Zodiac MTB berarti bintang- bintangnya MTB,” katanya.

”Terus, kami punya ide, gimana kalau bikin event gowes di Bromo aja. Jadilah launching kami yang pertama kali seri 1 di Bromo,” imbuh pria 61 tahun itu.

Pada seri perdana tersebut, Agus tak menyangka bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Ajang tersebut diikuti 400 orang. Artinya, seri itu terbilang sukses. Selanjutnya, secara berkala, seri berikutnya konsisten menjadi ajang yang selalu ditunggu oleh para biker.

”Pendaftaran selalu sold out. Promosi lewat FB (Facebook), WA (WhatsApp, Red), dan BBM beberapa hari saja, kuota sudah penuh. Bahkan, pernah dua jam saja langsung habis. Soalnya, banyak yang daftar langsung kolektif satu klub. Satu klub itu bisa 40–60 orang sekaligus,” kakek dua cucu itu.

Penjualan tiket tersebut laris manis lantaran Zodiac tak memungut biaya yang tinggi di tiap event yang diselenggarakan. Dengan biaya terjangkau, peserta mendapatkan fasilitas jersey yang customized (tercetak nama dan nomor member), penginapan, dan konsumsi.

”Di tiap event, kami nggak cari untung sama sekali. Yang ada, justru di tiap seri kami selalu tekor. Nombok terus. Ada proyek seri gini, kami sudah niatkan rugi. Tapi, kami senang. Namanya juga hobi,” kata Bendahara Zodiac Nur Affandi.

Sumber: Jawa Pos

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa profil komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *