Tips Bagi “Penglaju” Pemula Dengan Kereta Api Jarak Jauh (Part 1)

Terminologi kata “pelajon” atau “Penglaju” dapat diartikan sebagai seseorang yang bepergian dalam rangka rutinitas dengan jarak yang cukup jauh dan beda kota/kabupaten, dan dia ini rutin bolak-balik, baik harian, ataupun mingguan. Seringkali penglaju disebut juga nglaju, hal ini biasanya dipakai di Jawa Tengah/DIY yang biasa bekerja di tempat yang cukup jauh, misalkan orang Solo yang kerja di Jogja dan setiap hari hilir mudik dengan bus ataupun kereta api.

Berikut ada tip dari Paguyuban PJKA (Pergi Jumat Kembali Ahad) mengenai pelajon ini khusus diperuntukkan buat pelajon jarak jauh yang memakai jasa Kereta Api, misalkan Solo-Jakarta ataupun Jogja-Surabaya. Tinggalnya di Solo dan mengais rejeki ataupun sekolah di Jakarta;

  1. Badan yang fit, jika badan Anda tidak fit maka kasihan orang yang anda tinggalkan karena mereka nanti akan was was akan kondisi Anda ketika dalam perjalanan. Dan pastinya orang yang duduk di dalam kereta juga akan kasihan melihat kondisi Anda yang kurang fit, bisa jadi mereka terganggu karena anda hidungnya meler ataupun batuk batuk melulu yang menggangu tidur.
  2. Mandi sebelum berangkat ke stasiun biar Anda nampak fresh dan badan wangi, siapa tahu bagi yang masih single dapat kenalan yang cocok buat pendamping hidup. Minimal orang yang di sebelah Anda tidak terganggu dengan bau keringat Anda.
  3. Bekal Makanan. Dalam perjalanan yang lumayan lama, sekitar 9 jam biasanya perut Anda akan meronta untuk minta di isi. Ada baiknya anda membawa makanan dari rumah, bisa nasi bungkus ataupun nasi rantang. Lah bukankah di dalam kereta Api sudah ada restorasi yang jual makanan? Memang ada yang jual makanan, namun jika Anda Pelajon yang tiap pekan naik Kereta Api 2 kali, membawa makanan dari rumah jelas akan menghemat biaya makan Anda. Bisa juga Anda membawa camilan seperti kacang rebus, gorengan ataupun yang lainnya. Jangan lupa menawarkan penumpang lain di sekeliling Anda, biar tidak kelihatan individualis dan nampak budaya timur Anda. Dan yakinlah jika mereka belum mengenal Anda mereka tidak akan berani ikut makan dari apa yang Anda bawa. Mereka takut jangan-jangan ada gendamnya atau bahkan sianida :D.
  4. Air minum wajib Anda bawa agar Anda tidak dehidrasi, karena perjalanan Anda yang cukup jauh.
  5. Bawa Bantal Tiup. Sangat dianjurkan membawa bantal sendiri, demi menghemat uang Anda, harga bantal tiup kualitas bagus yang mampu bertahan 2 tahun seperti punya saya harganya Rp40,000. Jika setiap bulan Anda pulang 4 kali naik Kereta Api dan menyewa bantal, maka selama 2 tahun itu Anda musti membayar Rp960,000. Nah… tau kan hematnya. Lebih bagus jika bantal tiup itu Anda kasih sarung biar jika kotor cukup mencuci sarungnya saja. Bantal tiup bisa Anda dapatkan di toko-toko perlengkapan Haji. Karena biasanya Jamaah Haji memakai bantal tiup saat mereka wukuf di Arafah.

Selanjutnya di: PART 2

Sumber: Paguyuban PJKA

FOTO DOK Akun Instagram Randhika1991

Leave your comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *