JATAM: Pemerintah Daerah Harus Tegas kepada Perusahaan Tambang

Persoalan tambang di Kukar belum juga menemukan solusi. Buktinya, hingga kini masih ada 33 dari 255 perusahaan tambang batu bara yang memegang IUP Operasi Produksi (OP) tidak memberikan jaminan reklamasi (Jamrek) untuk menata kembali lahan yang terganggu akibat aktivitas tambang batu bara tersebut.
Apalagi, perusahaan-perusahaan yang sudah memegang IUP OP dipastikan sudah produksi dan izinnya rata-rata akan berakhir. Kondisi ini pun mendapat perhatian serius LSM Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim.
Menurut Divisi Hukum LSM Jatam Kaltim, dalam usaha pertambangan batu bara, perusahaan tambang wajib menyediakan dana jamrek sesuai UU Minerba Nomor 4/2009 pasal 99 dan 100. Tujuannya sebagai jaminan perusahaan.
Namun Jatam Kaltim menilai transparansi dana jamrek sangat minim. Selain itu, dalam rezim perizinan sebagaimana ketentuan UU Minerba 4/2009, negara seharusnya lebih superior dibandingkan pengusaha pertambangan.
Dengan demikian, seharusnya negara dalam hal ini Pemklab Kukar lebih tegas dalam melakukan pengawasan terhadap perusahaan tambang ‘nakal’ yang mengabaikan kewajibannya dengan tidak membayar reklamasi. “Harusnya perusahaan itu diberikan sanksi yang tegas,” katanya.
Harusnya, PP 78/2010 tentang reklamasi dan pascatambang itu diberlakukan. Dalam PP itu ada tiga sanksi yang bisa diberikan, yakni sanksi pernyataan tertulis, sanksi penghentian sementara hingga sanksi pencabutan IUP, IPUK atau IPR. Sanksi-sanksi ini seharusnya diberikan pada perusahaan yang jelas-jelas tidak membayar kewajibannya, seperti jamrek.
“Namun pemberian sanksi pada perusahaan tidak berarti turut menghapus kewajiban pemegang IUP untuk melaksanakan reklamasi dan pascatambang. Meskipun sanksi yang diberikan adalah pencabutan IUP,” ucapnya.
Bahkan, kata dia, langkah pidana bisa diambil jika terbukti ada pelanggaran sehingga perusahaan dapat di jerat UU PPLH nomor 32/2009 terkait dengan pidana lingkungan hidup. “Kita akui, sanksi-sanksi yang diberikan sangat lemah dan tidak akan memberikan efek jera kepada perusahaan,” tegasnya.

Sumber: Koran Kaltim

 

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa liputan acara komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *