Indonesian Chef Association (ICA) Surakarta; Bersama Menggali Potensi Kuliner Daerah

Saat ini beragam masakan telah berkembang di masyarakat dan menjadi aneka wisata kuliner. Kuliner juga menjelma ikon dan kebanggan suatu daerah. Dengan maksud dan tujuan menggali dan mempertahankan aset budaya daerah di bidang wisata kuliner, orang yang berkecimpung pada profesi bidang ilmu seni memasak di Surakarta membuat suatu wadah organisasi yang bernama Indonesian Chef Association (ICA) Koordinator Wilayah Surakarta.

“Kami termotivasi untuk membantu pemerintah  Surakarta dan sekitarnya dalam mengembangkan, menggali, dan memperkenalkan kepada masyarakat luas supaya makanan tradisional bisa diterima dan bersaing dengan makanan daerah lain, karena masyarakat dewasa ini lebih cenderung bangga dengan makanan  asing,” ungkap Ketua ICA Surakarta, Chef Hendro Purwanto kepada wartawan di The Sunan Hotel Solo, Jumat (14/6).

Anggota ICA Surakarta berasal dari hotel, restoran, katering, kampus perhotelan, mahasiswa, dan personel yang menyukai dunia kuliner. Saat ini,  jumlah anggota mencapai 100-an orang. Tahun ini  ICA Surakarta diketuai oleh Chef Hendro Purwanto dari Soga Resto. ICA Surakarta baru akan dilantik hari ini, Sabtu (15/6) di Solo Paragon Mall. Namun, bahasan untuk membuat wadah bagi chef ini sudah mulai digagas pada 15 April 2013.

“Menyadari besar keuntungan yang akan didapatkan baik bagai pemerintah daerah, pelaku bisnis pariwisata, pengusaha bidang produk kuliner dan pelaku kuliner itu sendiri maka kami membentuk kepengurusan ICA Badan Pengurus Cabang Kota Surakarta yang pelantikannya akan diselenggarakan di Solo Paragon Mall pada Sabtu (15/6),” lanjut Hendro.

ICA Surakarta memiliki visi mengangkat dan menggali potensi aset budaya kuliner Kota Solo pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Selain itu, mereka ingin menyelaraskan standar service dan produk makanan. Sedangkan misi mereka adalah untuk melestarikan dan mempertahankan budaya kuliner Kota Surakarta dan makanan tradisional pada umumnya, serta memberikan kontribusi kepada junior (mahasiswa perhotelan dan masyarakat umum, terutama generasi muda) untuk hotel product training dan sertifikasi.

Organisasi profesi ini dibentuk dengan maksud dan tujuan untuk mengenalkan dan menggali serta memberikan pendidikan, melestarikan dan mewariskan aset budaya makanan tradisional Surakarta kepada generasi muda. ICA Solo juga ingin menghidupkan kuliner asli Kota Batik yang sudah mulai terkikis dengan masuknya makanan asing.

“Yang terpenting adalah menggali ulang dan mempresentasikan masakan tradisional karena ini merupakan tugas chef. Contohnya adalah pemanfaatan bahan-bahan tradisional seperti singkong yang diolah menjadi sebuah makanan yang lebih menarik agar digemari oleh masyarakat,” jelas Arini dari HIP College selaku Public Relation ICA Surakarta.

Siap Jalankan Program Kerja

Program kerja yang akan dilakukan oleh pengurus ICA adalah menyosialisasikan ICA ke masyarakat Solo dengan berbagai event yang dimotori oleh ICA. Membangkitkan kembali makanan tradisional di Kota Solo dan sekitarnya.  Kemudian menyelenggarakan event kuliner dengan tema tradisional kuliner serta bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta untuk mengembangkan dan memajukan kuliner di Kota Bengawan dan sekitarnya.

“Banyak acara yang akan kita gagas seperti memperkenalkan masakan tradisional, menyelenggarakan festival dengan tema kuliner. Keaktifan berorganisasi menjadi poin penting untuk berkontribusi memberdayakan masyarakat,” jelas Ketua ICA Surakarta, Chef Hendro Purwanto, di The Sunan Hotel Solo, Jumat (14/6).

ICA pusat mewajibkan event nasional sebanyak empat kali dan dua kali eventintern setiap bulannya kepada setiap ICA di wilayah. Setiap bulannya mereka bertemu untuk mengadakan gathering di tempat salah satu anggota bergiliran. Pada acara itu chef yang sudah senior bisa mempresentasikan masakannya. Memang wadah ini menjadi tempat yang bisa untuk belajar bersama.

“Meskipun satu profesi dan berasal dari tempat yang berbeda kami sama-sama mendukung dan bekerja sama. Persaingan yang terjadi pada kami ada tapi persaingan yang sehat. Kalau persaingan individu tidak ada,” pungkas Public Relation ICA Surakarta,  Arini. 

Sumber: Joglo Semar

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa profil komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *