Komunitas Sapu Nyere Cianjur; Menumbuhkembangkan Teater di Cianjur

Mungkin tak banyak orang yang mengetahui keberadaan mereka, para pegiat seni yang tergabung dalam Komunitas Sapu Nyere. Namun, siapa sangka ternyata Komunitas Sapu Nyere sudah melakukan banyak kegiatan khususnya di Cianjur. Komunitas Sapu Nyere yang lahir di Bandung ini sudah berada di Cianjur sejak 12 tahun silam.

Komunitas Sapu Nyere merupakan wadah berkumpulnya para remaja Cianjur yang memiliki ketertarikan terhadap seni teater. Komunitas Sapu Nyere lahir atas inisiasi empat orang pemuda Cianjur yang saat itu berkuliah di Bandung. Mereka adalah Ridwansyah Gempar Galuh atau Gege lulusan Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung jurusan Teater, Gani Muhammad Karim lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran (Unpad), Hadi Iskandar lulusan STSI jurusan Karawitan, Endang Setiawan lulusan STIE PASIM Bandung jurusan Manajemen. Meski berbeda latar belakang pendidikan, semua memiliki kesamaan, yakni kecintaan terhadap seni.

Berawal sekitar tahun 2002, keempat mahasiswa itu membuka obrolan sederhana di warung kopi tempat berdiskusi di kawasan Bojongsoang, Bandung, kemudian terbesit sebuah gagasan untuk menularkan wawasan kelimuan mereka dalam sebuah wadah yang diberi nama Komunitas Sapu Nyere.

“Asal mulanya waktu itu di komplek Bojongsoang, kami dipercaya masyarakat sekitar untuk menggarap sebuah pementasan. Lalu terpikir, kenapa tidak saya lakukan juga di kampung halaman saya, Cianjur,” kenang salah seorang penggagas Komunitas Sapu Nyere, Gani Muhammad Karim, Selasa (1/3/2016)

Alhasil, berkat dedikasinya, sejak kembali merintis Komunitas Sapu Nyere di Cianjur pada tahun 2004 lalu, mereka kian menunjukan geliat dalam menumbuhkembangkan teater di Cianjur. SMAN 1 Cilaku jadi pionir yang menggarap ekstrakurikuler Teater dibawah binaan Komunitas Sapu Nyere. Mereka yang secara sukarela menjadi mentor sejak 2004, mulai merambah ke sekolah lain, hingga akhirnya, SMAK 1 Cianjur turut bergabung tahun 2007.

“Jumlah anggotanya mungkin sudah tidak terhitung ada berapa. Kami juga tidak terpaku kepada seni teater saja. Kini berkembang, merambah dan berinovasi ke dance modern, musik modern, seni rupa,” imbuh Gani.

Pria yang mengabdikan diri di dunia pendidikan itu hingga kini bercita-cita ingin mendirikan sebuah sekolah seni di Cianjur. Ia pun optimis, kelak, Cianjur akan memiliki gedung kesenian yang lebih layak dan memenuhi kualifikasi.

“Sekarang kami lebih fokus dalam menampilkan karya-karya nyata kami saja. Bagaimanapun juga kita harus selalu optimis. Ke depan kami harap seni teater di Cianjur semakin dikenal di masyarakat luas,” harapnya.

Sumber: Pojoksatu Jabar

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa profil komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *