Komunitas SCC; Perluas Jaringan Pertemanan

TINGGAL dan bekerja di kota besar seperti Jakarta, rasanya sangat penting untuk memiliki banyak link networking alias jaringan pertemanan. Di mana dari pertemanan ini, tentunya bisa bermanfaat juga untuk hal lain. Misalnya menemukan relasi partner bisnis, hingga jodoh. Apapun mungkin terjadi bukan?

Inilah yang dilakoni oleh beberapa kaum urban pekerja profesional di Jakarta yang tergabung dalam komunitas SSC, yaitu Single Chinese Christian yang didirikan sejak Maret 2016. Sylvia Christianti selaku founder dari komunitas ini, berbagi cerita perihal latar belakang hadirnya komunitas ini.

“Jadi ini dulunya berawal dari online aplikasi namanya Meet Up. Aplikasi untuk berkumpul, nah dari situ kita breakdown yuk bikinkomunitas yang isinya dari kaum urban pekerja profesional level atas yang Chinese, single, dan beragama Kristen,” aku Sylvia Christianti yang dijumpai dalam acara Chill and Lunch, Sabtu (3/9/2016) di Luna Negra, Jakarta Pusat.

Sylvia menyebutkan komunitas SCC ini adalah sebagai wadah dari para eksekutif muda Jakarta yang sibuk namun tetap berkeinginan untuk bersosialisasi secara maksimal.

“Dengan kegiatan komunitas ini yang pasti kita mendapatkan link networking untuk berteman dulu ya pertama. Lalu kan bisa lanjut ke hubungan bisnis atau langsung ke soal jodoh ketika dirasa sudah menemukan yang cocok,” tambah wanita berambut panjang ini.

Wanita yang bekerja sebagai Business Development Manager di sebuah perusahaan ternama ini mengungkapkan dengan jumlah anggota yang kurang lebih sudah berjumlah 300 orang dengan variasi background, link untuk pertemanan, bisnis, hingga cari jodoh akan jauh lebih mudah didapatkan. Ditambah dengan sifat komunitas yang sudah sangat segmented, maka hal ini akan jauh dipermudah.

“Anggota kita kan background-nya macam-macam. Ada yang dari bidang properti, EO, development, hingga fashion enterpreneur. Namun, balik lagi ke single, chinese, christian tadi jadi istilahnya kita berkumpul menghabiskan waktu luang melepas stres dengan orang-orang atau inner circle yang tepat,” pungkas Sylvia sembari tersenyum ramah.

Kegiatan dari para kaum pekerja urban ini sendiri bisa dikatakan bervariasi. Mulai dari acara formal seperti formal speed, dan gathering, sampai ke acara informal seperti kegiatan olahraga menembak hingga menggelar kegiatan sosial seperti bakti sosial pengobatan gratis bagi sesama yang membutuhkan.

Sumber: Lifestyle Okezone

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa profil komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *