Morning Drawing; Buat Gambar jadi Rutinitas

Aktivitas apa yang kamu pilih guna membuka hari? Bagaimana jika menggambar, lalu mengunggahnya ke media sosial sekaligus mengajak orang lain melakukan hal yang sama?

Popomangun mencoba menularkan kebiasaan dan semangat ini. Art director sekaligus penggagas komunitas menggambar Morning Drawing ini percaya, pada dasarnya semua orang memiliki kemampuan dalam menggambar. Pembedanya hanyalah indikator kreativitas setiap individu.

“Namun, faktor yang paling penting sebenarnya adalah seberapa rajin kita menggambar,” ujar Popomangun.

Dia bercerita, Morning Drawing lahir karena keinginannya menyeimbangkan pekerjaan dengan hobi. Dia lalu mengusung suatu proyek pribadi yang menjadikan aktivitas menggambar sebagai salah satu rutinitas di pagi hari. Kemudian, Popomangun mengunggah gambar pagi harinya tersebut ke Twitter dengan tanda pagar (hashtag) #morningdrawing.

Tidak disangka, proyek tersebut mengundang respons positif beberapa orang yang sepemikiran dengannya. Bahkan, teman-temannya pun tergelitik untuk mengikuti rutinitas tersebut. Proyek pribadi inilah cikal bakal berdirinya komunitas menggambar Morning Drawing.

“Proyek menggambar pagi hari itu sudah masuk tahun ketiga. Pemakai hashtag #morningdrawing sendiri mulai sering ketemu pada 2013,” imbuhnya.

Popomangun memilih menggambar di pagi hari lantaran menurutnya semangat di pagi hari berbeda dengan waktu-waktu lainnya. “Ya tapi enggak harus pagi juga, sih. Kadang ada yang ngegambar malam hari, tapi share-nya pagi,” katanya.

Setiap orang, kata Popomangun, sebenarnya bisa menggambar dan kreatif. Tetapi, tidak semua orang rajin. Kelahiran Morning Drawing, imbuhnya, diharapkan dapat menginspirasi banyak orang dalam menggambar.

“Setiap pagi kita bangun tidur ngeliat gambar-gambar jadi terinspirasi,” tuturnya.

Komunitas Morning Drawing terpusat di wilayah Tangerang Selatan. Anggotanya tidak mengeksklusifkan diri pada aliran gambar tertentu, bahkan cenderung universal. Selain itu, tidak ada batasan usia dalam komunitas ini, anak kecil, remaja muda hingga lansia bisa bergabung.

Uniknya lagi, meski merupakan komunitas menggambar, anggota Morning Drawing enggak wajib jago corat-coret. Popomangun percaya, setiap orang mempunyai karakteristik masing-masing ketika menggambar.

“Itu jadi ciri khas utama buat Morning Drawing,” ujar Popomangun.

Salah satu kegiatan Morning Drawing adalah Gambar Bareng alias Gambreng. Pada sesi ini, anggota Morning Drawing dibebaskan untuk menggambar apa pun yang mereka suka. Pembatasan biasanya hanya pada tema yang disepakati bersama.

“Atau mengangkat suatu isu untuk senang-senang, Misalnya ada teman berulang tahun, kami sepakat menggambar wajahnya. Atau ada anggota yang baru pacaran, kami gambar juga. Jadi lebih ke senang-senangnya sih,” tuturnya.

Dalam berbagai kesempatan, Popomangun menanamkan keyakinannya bahwa tidak ada gambar yang buruk. Dia percaya, setiap orang memiliki karakteristik dan cara masing-masing dalam mengekspresikan imajinasinya melalui gambar.

“Gambar yang jelek tuh gambar apa ya, mungkin gambar yang enggakada gambarnya. Orang yang enggak mau menggambar itu jadi gambar yang jelek,” pungkasnya.

Sumber: Okezone

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa profil komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *