Komunitas BAP; Klub Elit Penggemar Batu Akik dan Permata

Siapa yang menyangka, berawal dari hobi yang sama justru mampu menjadikan Komunitas Batu Akik dan Permata (BAP) Kepri ini sebagai sasaran klub elit bagi pecinta batu di Kepulauan Riau (Kepri). Tidak hanya itu, BAP Kepri sudah menjadi tempat ajang ngumpul bagi semua golongan.

Klub pecinta batu mungkin sudah banyak yang eksis di Provinsi Kepri. Baik yang masih dalam skala kecil maupun sudah skala besar di beberapa kabupaten/kota. Kini, pecinta batu akik dan permata tak perlu risau lagi mencari wadahnya. Karena sejak BAP Kepri dibentuk pada November 2014 lalu, para pecinta batu mulia bisa bergabung dengan komunitas ini.

Memang usia BAP bisa dikatakan masih seumur jagung. Namun, ekspansi yang dilakukan telah mencapai seluruh Kepri. Disaat ramai mengoleksi batuan mulia, saat itu pula BAP Kepri mengembangkan sayapnya.

Sekretariat BAP Kepri terletak di Jalan Ganet Kilometer 11, tepatnya di jejeran ruko Pondok Akasia nomor 2 dan 3 Tanjungpinang, Jumat (27/2). Jejeran batu-batu dari beragam jenis pula dipertontonkan, seperti pada pameran BAP sebelumnya di Bintan Expo Centre, baru-baru ini. Etalase dari klub ini kerap menjadi persinggahan.

Ternyata di sana juga sudah menjadi tempat ngumpul bagi pecinta batu akik. Sebab, pemilik toko Martapura Gemstones, Haiyatul Ikhlas merupakan Ketua dari BAP Provinsi Kepri.

Haiyatul yang akrab disapa dengan Pak Iyat menuturkan, beragam keunikan dari klub bebatuan tersebut. Memang, awal dibentuk klub ini bertujuan menjembatani para kolektor, pecinta, penghobi batu mulia dan permata dari segala kalangan. Saat ini BAP Kepri sudah memiliki 1.013 member di jaringan sosial Facebook.

BAP awalnya dibentuk guna menunjang usaha Pak Iyat, sekaligus menyalurkan hobi. Tapi menjadi sebuah komunitas besar. Tahap awal, ruang lingkup penjualan dan ajang ngumpul di Tanjungpinang, karena animo cukup tinggi. Tapi, pecinta batu akik lainnya menyarankan agar mengembangkan ke wilayah Provinsi Kepri.

”Pameran BAP di Bintan Expo Centre, baru-baru ini menambah jumlah kolektor lain. Mereka justru banyak yang bergabung,” terang Pak Iyat.

Bila dilihat dari jumlah dan segi anggota secara online, peminat dari klub ini meningkat. Akan tetapi, Pak Iyat tidak memungkiri, dari semua itu hanya sekitar 100-an anggota yang eksis dan berkontribusi dalam komunitas tersebut. Karena, selain membuka pendaftaran secara online, BAP juga membuka pendaftaran melalui formulir.

Kegiatan dari klub ini juga banyak yang positif. Selain menjalin komunikasi yang baik dengan sesama komunitas, BAP sebagai tukar dan berbagi wawasan dan pengetahuan tentang bebatuan dan permata. Di markas BAP, jasa mengasah juga masih diterima oleh anggota dan Pak Iyat. BAP akan memberi pengetahuan dari instruktur. Seminar dan agenda kegiatan positif lainnya juga dilakukan.

”Batu permata yang dijadikan sebagai perhiasan merupakan rahmat Sang Khalik. Kekayaan alam yang diberikan-Nya sangat eksotis dan bernilai tinggi,” tutur Pak Iyat.

Klub ini bisa dikatakan cukup elit. Bagaimana tidak, nilai jual objek cukup mahal. Klub ini juga beranggotakan dari segala golongan, baik masih pelajar hingga pejabat pemerintahan. Tetapi klub ini membatasi, hanya yang memiliki KTP Provinsi Kepri.

Sumber: Tanjungpinang Pos

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa profil komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *