Kunjungi Penangkaran Penyu menjadi Bentuk Peduli Lingkungan dari Velozity Chapter Bandung

Kali ini untuk mewujudkan aksi peduli terhadap lingkungan serta ekosistem alam, Velozity Chapter Bandung (VCB) menggelar forum silaturahmi sesama anggota dengan mengunjungi penangkaran penyu di Ujung Genteng Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Kegiatan yang mengambil konsep wisata alam ini, sekaligus menguji ketangguhan kendaraan Toyota Veloz yang dikenal tangguh terhadap segala jenis medan.

Perjalanan dengan kontur menanjak dari Bandung-Sukabumi ditempuh dengan 7 jam perjalanan, melewati beberapa daerah wisata di Jawa Barat. Dalam touring ini Velozity juga mengkampanyekan unsur Safety Driving dalam berkendara, yang disisipi edukasi terhadap pengetahuan dan budidaya penyu di wilayah Ujung Genteng, Jawa Barat.

Penyu adalah satwa yang memiliki siklus yang rumit dengan perkembangbiakan sangat lambat dan memanfaatkan pesisir pantai untuk bertelur. Populasi penyu mendekati kepunahan akibat ulah manusia yang memburu dan menjual belikannya secara illegal. Di pantai Ujung Genteng ini terdapat penyu hijau, penyu ini merupakan penyu raksasa yang panjangnya lebih dari 1 meter dan berat lebih dari 200 kg dengan usia lebih dari 100 tahun.

Dalam program konservasi penangkaran penyu ini, VCB chapter Bandung di ikuti 25 kendaraan anggota, keluarga dan anak-anak. Mereka turut melestarikan budidaya penyu, menyelamatkan dan mempertahankan populasi penyu dengan melepaskan anak-anak penyu ke laut bebas untuk dunia di masa mendatang.

Banyaknya penyu belimbing turun dari sekitar 115.000 ekor betina dewasa menjadi kurang dari 3.000 ekor sejak tahun 1982. Penyu belimbing telah mengalami penurunan 97% dalam waktu 22 tahun terakhir. Selain itu, lima spesies penyu juga beresiko punah, meski tidak dalam jangka waktu yang singkat seperti penyu belimbing.

Hampir semua jenis penyu termasuk ke dalam daftar hewan yang dilindungi oleh undang-undang nasional maupun internasional karena dikhawatirkan akan punah disebabkan oleh jumlahnya makin sedikit.

Sebagian orang menganggap penyu adalah salah satu hewan laut yang memiliki banyak kelebihan. Selain tempurungnya yang menarik untuk cendramata, dagingnya yang lezat ditusuk jadi Sate penyu berkhasiat untuk obat dan ramuan kecantikan.

Untuk mencegah kepunahan penyu, terutama penyu belimbing, beberapa negara telah melindungi tempat bertelur penyu. Salah satunya adalah di Jamursba Medi, yang terletak di pantai utara Irian. Pantai itu baru-baru ini ditetapkan sebagai wilayah konservasi.

Penyu mengalami siklus bertelur yang beragam, dari 2 – 8 tahun sekali. Sementara penyu jantan menghabiskan seluruh hidupnya di laut, betina sesekali mampir ke daratan untuk bertelur. Pada saat mendarat untuk bertelur, gangguan berupa cahaya ataupun suara dapat membuat penyu mengurungkan niatnya dan kembali ke laut.

Tidak banyak regenerasi yang dihasilkan seekor penyu. Dari ratusan butir telur yang dikeluarkan oleh seekor penyu betina, paling banyak hanya belasan tukik (bayi penyu) yang berhasil sampai ke laut kembali dan tumbuh dewasa. Itu pun tidak memperhitungkan faktor perburuan oleh manusia dan pemangsa alaminya seperti kepiting, burung dan tikus di pantai, serta ikan-ikan besar begitu tukik tersebut menyentuh perairan dalam.

Lely selaku ketua chapter Bandung, mengatakan bahwa ke depan akan ada kegiatan lain dengan konsep yang lebih menarik sehingga dapat meningkatkan minat dan eksistensi VCB.

“Semoga kegiatan ini dapat membantu pemerintah dalam menjaga kelestarian populasi penyu di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat ini,” ujarnya dalam keterangan resminya di Bandung, Jawa Barat.

Sumber: Toyota Astra

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa liputan acara komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke kontak@komunita.id. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *