Musik Kreatif “Dudu Menging”; Buktikan yang Kuno Tetap Nyenengno

Banyak kalangan anak mdua sekarang yang menganggap musik tradisional adalah musik kuno. Namun tidak bagi kelompok anak-anak muda di Jepara ini. Mereka mampu mematahkan anggapan musik yang kuno, tetap bisa menarik dan nyenengno (membuat senang).

Anak-anak muda ini membuat kelompok dengan nama Musik Kreatif “Dudu Menging”, yang didampingi Sanggar Gaperto Art Community Jepara. Untuk membuat musik tradisonal agar tak terlihat kuno, mereka menggabungkannya dengan musik modern.

Tak hanya itu, sesekali dari mereka saat tampil juga melantunkan puisi-puisi bertemakan sosial. Dengan begitu, komplit rasanya menyaksikan pertunjukkan musik, sekaligus puisi dibalut irama paduan modern dan tradisional.

Koordinator Sanggar Gaperto Art Community, Didid Endro S mengungkapkan, kelompok musik ini berbeda dengan kelompok musik lainya. Dengan dua unsur gabungan ini, harapanya menjadi menarik. Hal ini juga sebagai upaya edukasi kepada masyarakat dan pendengar.

Dia menjelaskan, kelompok Musik Kreatif Dudu Menging ini, merupakan salah satu divisi di Gaperto Art Community. Dibentuk pada 21 September 2014 lalu, sebagai wadah dan media anggota yang membidangi musik.

“Kebetulan di Gaperto Art Community ini, ada berbagai bidang termasuk sastra dan juga musik. Untuk menampungnya, maka dibutuhkan kelompok musik, agar teman-teman di musik tetap biasa berkreasi,” jelas Didid kepada Koran Muria, Selasa (19/1/2016).

Saat ini, salah satu divisinya kelompok musik kreatif Dudu Menging juga terus berupaya menjaga eksistensinya. Sejak kali pertama pentas pada 22 Oktober 2014 silam, hingga sekarang  berbagai terobosan dan juga lagu mulai diciptakan.

”Sampai hari ini ada 8 lagu karya saya sendiri. Kemudian ditambah lagu-lagu recovery 17 lagu, recycle 2 lagu yang kesemuanya telah diaransemen ulang Dudu Menging menjadi warna baru agar makin menarik,” terang Didid.

Personelnya, meliputi Dinu Putra, Candra Arita pada alat musik saron, Fadeli pada alat musik demung dan kendang, serta Aranger Didid Endro S. Selanjutnya pada gitaris ada Fachrudin, Ahmad dan Thoriq, pada basis Arid Puput. Cajon, M.F Khafid, vokalis Satria Dista PF, L.Widyasanti.

”Pada bagian artistiknya, Ardiansyah, Chouruddin dan Kejer Kurniawan. Untuk makeup dan kostumnya Mamah Nunuk. Jadi tidak hanya personel musik yang tampil dipanggung, tapi juga yang dibelakang layar,” imbuhnya.

Sumber: KORAN MURIA

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa profil komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke kontak@komunita.id. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *