KOPKEDAT Papua Lakukan Aksi Seribu Untuk Suku Korowai di Biak

Komunitas Peduli  Kemanusiaan Daerah Terpencil (Kopkedata), melakukan aksi Seribu. Aksi Seribu yang dilakukan di beberapa daerah ini , guna mengumpulkan Pakian Layak Pake untuk para masyarakat yang dianggap sangat tidak mampu yang berdomisili di korowa, atau yang lebih dikenal dengan suku kororwai. Aksi seribu ini di lakukan saat perayaan Natal  di Kabupaten Biak, di Gereja Bethel indonesia GBI Rock di Kampung Mandou, Kabupaten Biak Numfor,  yang sebelumnya sudah di lakukan di Kabupaten Mimika, Senin(12/12).

Yanuarius Akopbiarek selaku Ketua Kopkedat Papua mengatakan penggalangan dana aksi seribu ini masih akan dilakukan. Sebelumnya sudah dilakukan pada bulan November lalu di Kabupaten Mimika.  Dan untuk bulan Desember ini, dilakukan di Kabupaten Biak saat bertepatan dengan perayaan Natal. “Sebelumnya kami melakukan penggalangan dana di Timika pada bulan November  lalu, dan kini kami menggalanagan dana di biak  dengan beberapa tempat penggalanagan dana,” tutur Yan.

Selain itu, aksi seribu atau  pengalangan dana  juga dilakukan dengan  beberapa kegiatan seperti  koncer musik dari Grup Jiva Band Timika yang juga anggota Kopkedat,  penjualan baju berlogo Kopkedat, penjualan jam dindidng berlogo Kopkedat dan pelelagan foto yang bergambar wajah masyarakat suku Korowai.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Biak Numfor, Thomas Ondi, memberikan mengapresiasi atas aksi seribu  yang di lakukan oleh Kopkedat Papua. Dan dirinya juga berharap kepada semua pejabat di lingkungan pemerintahah Kabupaten Biak dan seluruh masyarakat agar bisa ikut mengulurkan tangan guna membantu  masyarakat dengan apa yang menjadi kebutuhan warga suku Korowai.

“Saya sangat terkejut ketika melihat dan medengar cerita dari teman-teman Kopkedat yang bekerja untuk kemanusiaan di Papua khususnya di Korowai yang masih belum tersentuh tangan  pemerintah,”tutur Thomas.

Sumber: Wartaplus

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa liputan acara komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *