Sahabat Unik Luar Biasa (SULBI); Berbagi Kebahagiaan Bersama Teman-Teman Difabel

Sahabat Unik Luar Biasa atau disingkat SULBI merupakan gerakan yang dilakukan kelompok pemuda asal Semarang untuk teman-teman penyandang disabilitas. Para volunteer yang ada pada komunitas ini berasal dari berbagai daerah dan universitas. Saat ini komunitas SULBI memiliki pusat kegiatan di kota Semarang, Jawa Tengah. Kehadiran SULBI dilatarbelakangi fenomena kaum disabilitas yang dinilai terasingkan, minimnya kepedulian, banyaknya kasus diskriminasi bagi kaum difabel dimasyarakat dan banyaknya hak kaum difabel yang belum didapat terutama soal pengakuan di masyarakat. Pemuda-pemuda SULBI ingin merangkul dan mengajak kaum difabel untuk berkembang agar kaum difabel dapat diterima dikalangan masyarakat tanpa adanya diskriminasi. Penggagas komunitas ini ialah 7 pemuda dari alumni Gerakan Mari Berbagi pada 26 September 2016.

Nama komunitas ini diinspirasi dari kata Sulbi dari bahasa Arab yang berarti tulang ekor. Penggerak komunitas ini mengibaratkan bahwa SULBI ini tetap bisa kekal membawa perubahan yang positif dan tak hancur oleh zaman layaknya tulang ekor yang tak akan hancur. Sobat Positif, siapapun bisa bergabung dengan komunitas SULBI. Tidak ada batasan umur dan profesi. Cara bergabung dengan SULBI cukup mudah, hanya dengan menghubungi lewat Fanpage FB @komunitassulbi kemudian langusung datang bergabung dan berbaur bersama anggota lainnya. Tidak ada syarat tertentu yang diberikan, hanya menyaratkan hati yang tulus dan komitmen yang tinggi untuk berbagi bersama. Kegiatan komunitas ini ialah mengajar adik-adik di Panti Asuhan cacat ganda Al – Rifdah Semarang. Kegiatan mengajar yang dilakukan antara lain menggambar, mewarnai, menyanyi, kegiatan seni origami serta mendampingi senam bersama.

Komunitas ini bergerak dengan tujuan volunteerism, bergabung dengan SULBI memberi kesempatan untuk berkontribusi nyata membantu tema-teman penyandang disabilitas, menjadi wadah belajar serta mendapatkan kepuasan tersendiri setelah bertemu teman-teman difabel. Menurut SULBI, Kaum difabel itu sumber kebahagiaan. Hanya dengan melihat mereka tersenyum dalam segala kekurangan mereka itu sudah merupakan kepuasan tersendiri. Para penyandang difabel itu bukan sosok yang mesti ditakuti dan dijauhi, namun sosok yang perlu dirangkul dan ditemani. Apapun kekurangan mereka, mereka tidak dapat mendengar kata-kata kita , mereka tidak mengerti pembicaraan kita, mereka tidak menangkap stimulus yang kita berikan, tapi mereka bisa mengerti ketulusan yang kita punya. Dengan bahasa kasih dan ketulusan kita bisa membuat mereka merasa diterima dan tidak sendiri.

Komunitas SULBI berharap teman-teman volunteer baru lebih berkomitmen membina karakter teman-teman difabel. SULBI menarkgetkan komunitas ini menjadi wadah pengembangan dan penyaluran hasrat berbagi bagi pemuda khususnya di kota Semarang. Dengan terbentuknya komunitas ini, diharapkan pemuda dapat memiliki rasa berbagi dan aksi nyata untuk sekitarnya. Menjadi tempat membagi kebahagiaan dengan teman-teman difabel serta menunjukkan pada mereka bahwa masih banyak orang yang peduli terhadap mereka.

Sumber: Indonesia Positif

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa profil komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke kontak@komunita.id. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *