Komunitas Insta Baby Bandung; Wadah Berbagi Informasi Buah Hati

Istilah ‘Mahmud’ atau Mamah Muda sedang banyak dibicarakan di kalangan masyarakat. Biasanya label itu diberikan kepada ibu-ibu yang baru saja memiliki anak atau dengan kata lain masih berjiwa muda.

Salah satunya di Kota Bandung, sekumpulan ibu muda yang kerap aktif memposting foto anaknya yang masih bayi berinisiatif membuat komunitas di Instagram. Mereka yang memposting foto anak di Instagram ternyata berdomisili di Bandung sehingga sejak Mei 2016 lalu terbentuklah Komunitas Insta Baby Bandung atau IBB.

Komunitas ini awalnya berkumpul untuk saling berbagi informasi mengenai tips parenting, karena sebagian besar anggotanya merupakan  ibu-ibu muda dan membutuhkan informasi mengenai pendidikan anak.

Atas inisiatif pendiri komunitas ini Risa Jayanti, dibentuklah komunitas Insta Baby Bandung.

Pertemuan awal komunitas ini hanya beranggotakan belasan ibu muda, namun dalam perkumpulan bulanan dan rekruitmen khusus kian bertambah.

Anggota komunitas ini dinamai IBBers. Para IBBers rutin melaksanakan perkumpulan satu bulan sekali. Namun beberapa anggota juga seringkali saling berkunjung di luar perkumpulan resmi. Selain itu, meski pertemuan langsung hanya satu bulan sekali namun semua anggotanya aktif berbagi informasi via grup WhatsApp.

“Meski ketemu sebulan sekali tapi kalau di grup lebih intens, sharingnya banyaknya tentang anak aja, yang kita jalani misalnya ada sharing soal makanan pendamping ASI kita sharing tiap Rabu kita undang nih siapa kira-kira pakar dari IBBers kita sharing di grup kita tanya nanti hasil dari situ summarynya masukin ke ig jafi orang-orang juga lebih banyak yang tau,” ujar ketua IBB, Sari Herawati di jalan merdeka, Kota Bandung, Minggu (5/2/2017).

Selain itu grup juga dimanfaatkan untuk saling berbagi informasi mengenai pola asuh anak ataupun kendala-kendala yang dihadapi saat mengurus anak.

“Paling anak kalau sakit misalnya ada yang jatuh atau cari solusi dari orang tua gini mertua gini aku harus ikutin yang mana sih lebih ke cara mendidik anak tapi jadi kaya saling kasih tau gak kaya menggurui gak harus memaksakan sekedar sharing aja,” jelasnya.

Saat rekruitmen keanggotaan Agustus 2016 lalu pendaftar komunitas ini mencapai 150. Namun dengan kebijakan yang cukup ketat hanya menerima 31 member baru ditambah 55 member lama menjadi 86 member hingga saat ini.

“Kita rekruitmen baru satu kali, ternyata antusiasnya banyak hampir 150 yang mau gabung cuma kita kan gak sembarangan ya, takutnya meminimalisir orang-orang yang berniat jahat misalkan dia yang memanfaatkan online shop minta-minta atas nama IBB padahal bukan. Atau khawatir ada juga yg cuma pengen tenar aja gak serius, ikut komunitas bukan tujuannya untuk silaturahmi nambah keluarga jd kita selektif banget,” jelasnya.

Dalam kegiatan bulannya komunitas ini tak hanya saling bertemu, namun juga mengadakan kegiatan-kegiatan yang menarik bagi para ibu muda dan anak-anaknya. Tak jarang pula komunitas ini melibatkan diri untuk aksi sosial.

“Kegiatannya banyak gak cuma kumpul-kumpul, misalnya kemarin ada lomba, lomba bayi terus aksi sosial yang waktu musibah garut,  terakhir di balai kota kita bikin IBB Award,” terangnya.

Komunitas yang 90 persennya berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan pebisnis ini–berharap gerakannya semakin lama dapat menularkan  pengetahuan bagi ibu-ibu muda lainnya terutama yang baru memulai mengurus anak.

Tak jarang Akun Instagram yang memiliki followers lebih dari 3000 orang ini banyak mendapat respon  dari followersnya. Entah yang meminta informasi ataupun yang memberi respon atas informasinya.

“Jadi orang juga di komen IG responsif juga, kayak oh iya baru tahu ternyata teh manis gak boleh ya buat anak atau kadang ada dm juga nanyain sesuatu,” katanya.

Kini komunitas bayi Instagram ternyata semakin banyak diikuti di berbagai daerah. Sari selaku ketua Insta Baby Bandung bersyukur komunitasnya dapat menginspirasi daerah lainnya untuk membuat hal yang serupa.

Komunitas ini kedepannya berharap dapat memberi informasi lebih banyak lagi kepada ibu-ibu muda juga memberikan manfaat untuk baik bagi anggota yang tergabung maupun untuk kepentingan sosial.

“Kita lebih ke sharing Parenting nanti kedepannya sih kita mau ada kayak seminar gitu mudahna dih pertengahan tahun ini,” tuturnya.

“Rencana terdekat kayak pengen bikin pengajian Parenting islami, terus seminar dan bazaar jd orang-orang yang pengen ikut bisa gabung jadi gak cuma member terua kedepannya pengen ke sosial nya lebih jadi gak cuma kumpul-kumpul komunitas aja tapi juga manfaatnya buat orang lain,” terangnya.

Sumber: SHE.ID

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa profil komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *