LePMIL: Tetap Lestarikan SDA di Lingkungan Eksploitasi

Lembaga Pengembangan Masyarakat Pesisir dan Pedalaman (LePMIL) merupakan suatu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang didirikan di Kendari pada tahun 1997, dengan nomor akte: 164. LePMIL ini didirikan oleh relawan-relawan yang sebelumnya telah aktif diberbagai LSM baik pada tingkat lokal, regional maupun nasional.

Pendirian LePMIL didorong oleh kepedulian atas kenyataan bahwa masyarakat pesisir dan daerah pedalaman merupakan komunitas yang tergolong paling terkebelakang terutama di bidang ekonomi. Bersamaan dengan itu, eksploitasi sumberdaya alam dan lingkungan pada kawasan-kawasan tersebut terus terjadi dan bahkan telah terjadi degradasi yang mengancam kelestariannya.

Meskipun pemerintah telah meluncurkan berbagai program untuk membantu kelompok masyarakat tersebut, namun  hasilnya belum memenuhi harapan sebagaimana yang diharapkan. Bahkan dalam banyak kasus upaya perbaikan yang dilakukan justru semakin memperparah kondisi sumberdaya alam dan kehidupan sosial ekonomi kedua kelompok masyarakat tersebut. Sebagai contoh, program perkreditan yang diperuntukkan bagi masyarakat pedesaan, umumnya hanya dinikmati oleh kelompok elit pedesaan, terutama yang berada di sekitar perkotaan. Kalaupun mereka ikut memanfaatkan fasilitas tersebut, maka kelembagaan pendukungnya kurang memadai, sehingga menyebabkan kredit macet. Hal ini tanpa disadari sesungguhnya merusak moral atau nilai-nilai kejujuran yang melekat pada mereka.

Pada sisi yang lain, kelompok masyarakat yang bermodal dari perkotaan (investor) dengan atas nama “pembangunan” seringkali merampas sumberdaya alam “milik” masyarakat lokal. Akibatnya, sikap dan kelembagaan masyarakat yang arif terhadap kelestarian lingkungan guna menjamin keberlanjutan sumber mata pencaharian keluarga menjadi rusak. Bahkan masyarakat lokal akhirnya dituding sebagai perusak lingkungan, misalnya karena melakukan kegiatan perladangan berpindah atau menggunakan bom dalam penangkapan ikan. Padahal tuduhan tersebut tidaklah seluruhnya benar, sebab tindakan masyarakat hanyalah sebagai akibat dan porsinya tidaklah sebesar kelompok masyarakat lainnya terutama investor.

Sumber: LePMIL

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa profil komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *