Komunitas Kelas Inspirasi Batam; Sehari Berbagi Selamanya Menginspirasi

PENDIDIKAN merupakan satu di antara hal terpenting bagi setiap orang. Apalagi bagi anak-anak usia sekolah. Sebab, pendidikan yang memadai menjadi modal utama dalam masa depan hidup mereka.

Untuk terus menghidupkan semangat mengenyam pendidikan, pastinya para peserta didik memerlukan inspirasi agar terus mau belajar dan menggapai cita-cita.

Bermula dari niat berbagi inspirasi inilah, sejumlah pekerja di Batam membentuk komunitas Kelas Inspirasi Batam (KIB). Tujuan utamanya adalah memberikan inspirasi kepada generasi muda.

Komunitas ini dibentuk sejak tiga tahun silam, tepatnya pada 14 Agustus 2014. Komunitas ini bergerak dalam bidang pendidikan dengan sasaran utama yaitu anak-anak usia sekolah, khususnya yang duduk di bangku sekolah dasar.

Menurut Ketua KIB Muhammad Islahuddin, saat ini ada sekitar 500-an orang yang sudah menjadi anggota komunitas ini. Para anggotanya berasal dari lintas profesi, mulai dari mahasiswa sampai para profesional dari berbagai bidang kerja, seperti dokter, engineer, guru, dosen, jurnalis, polisi, pekerja swasta maupun apatur sipil negara (ASN).

Untuk menjadi anggota KIB, syarat utamanya memang minimal harus menyandang status mahasiswa, sudah bekerja, atau menjadi wirausaha.

Di komunitas ini, anggota dibagi menjadi dua kelompok yakni fasilitator dan inspirator atau pengajar. Untuk fasilitator (penyelenggara setiap kegiatan) berasal dari mahasiswa, sementara inspirator haruslah mereka yang sudah mempunya pengalaman kerja minimal dua tahun.

“Sehingga, inspirasi yang diberikan kepada peserta didik itu betul-betul sudah dirasakan oleh para relawan inspirator,”kata Islahuddin.

Ada sejumlah program reguler yang sudah dilaksanakan para relawan KIB, di antaranya Hari Inspirasi dengan tag line “Sehari Berbagi Selamanya Menginspirasi”. Program ini merupakan kegiatan turun mengajar ke sekolah-sekolah yang dilakukan para relawan inspirator. Biasanya, program ini dilaksanakan empat kali dalam satu tahun.

Bisa dikatakan Hari Inspirasi adalah program besar tahunan. Pada program, pelaksanaannya dibagi, dua kali diadakan di wilayah kota dan dua kali dilakukan di daerah hinterland atau ke pelosok pulau-pulau yang ada di sekitar Batam.

“Dalam program ini kita berbagi inspirasi dengan cara mengunjungi sekolah-sekolah dasar baik yang ada di kota maupun di pelosok seperti di pulau-pulau,”tambah Islahuddin.

Ada beberapa tempat yang sudah didatangi di antaranya Kecamatan Galang, Belakang Padang, Pasir Panjang, Monggak, Pulau Panjang, Pulau Akar, dan beberapa tempat lainnya.

“Disini kita bisa merasakan betapa semangatnya para guru yang mengajar di pelosok seperti di pulau-pulau. Karena banyak tantangan dan medan yang sulit untuk menemput sebuah sekolah dasar yang ada disana,” ujarnya.

Saat mendatangi sekolah-sekolah di hinterland, para relawan mendapati susahnya akses jalan karena belum diaspal melainkan masih berlumpur.

“Kami senang bisa melihat mereka semangat dalam belajar untuk mencapai cita-cita,”katanya lagi.

Reading Day dan Minggu Ceria

Ada bebera[a program reguler lain yang terus dilakukan para relawan KIB, di antaranya reading day. Biasanya kegiatan ini dilaksanakan satu bulan sekali. Tempatnya berada di Alun-Alun Engku Putri, Batam Centre.

Pada kegiatan reading day, digelar acara membaca bersama, menulis, dan mendongeng yang dilakukan para relawan KIB untuk anak-anak yang datang ke Engku Putri.

“Reading day ini bertujuan meningkatkan minat membaca anak-anak,” ujarnya.
Selain itu, ada program Minggu Ceria yang dilakukan pada hari Minggu dan sering bersamaan dengan program Car Free Day yang ada di Batam.

Kegiatan Minggu Ceria dilakukan di tempat umum seperti di Alun-alun Engku Putri Batam Centre maupun di Nagoya, saat ada acara Car Free Day. Disini, anak-anak bebas melakukan kegiatan yang ditaja KIB, seperti permainan tradisional, mewarnai, membaca, senam dan mendengarkan cerita dongen dari para relawan komunitas.

“Kegiatan ini terbuka untuk umum. Para adik-adik bisa bermain sambil terinteraksi dengan yang lain,” ujar Islahuddin, Ketua KIB.

Selain kepedulian terhadap dunia pendidikan, para relawan juga bisa saling belajar dan berbagi pengalaman, dan tentu saja menjalin silaturrahmi antar anggota yang berasal dari berbagai kalangan dan profesi.

Tujuh Dasar Sikap Relawan

Ada tujuh sikap dasar yang perlu dipahami dan dilaksanakan oleh para relawan KIB yaitu sukarela, bebas kepentingan, tanpa biaya, siap belajar, terjun langsung, siap bersilaturrahmi, dan tulus.

“Disini para anggota harus memiliki sikap sukarela dan iklas dalam melakukan kegiatan yang ada di Kelas Inspirasi Batam. Dan tidak memiliki kepentingan pribadi atau kelompok,” ujar Islahuddin.

Disini para anggota harus independen dalam melakukan kegiatan yang ada. Inspirasi bisa didapatkan dari para anggota maupun dari para peserta didik.

Keberadaan komunitas ini sangat dirasakan manfaatnya oleh para anggota yang tergabung di dalamnya. Seperti yang dirasakan Devina, anggota KIB. Mahasiswi mengaku baru tiga bulan bergabung namun sudah seperti 10 tahun.

“Saya baru tiga bulan bergabung sudah terasa 10 tahun di dalam komunitas ini. Karena disini rasa peduli satu sama lain sangat terasa, sehingga seperti sudah menjadi keluarga yang sudah lama,” ujarnya.
Alasan yang membuat Devina tertarik bergabung dengan komunitas ini yaitu karena lebih suka kegiatan sosial sehingga bisa memberikan inspirasi sejak dini kepada anak-anak.

“Harapannya dengan adanya komunitas ini semoga dunia pendidikan lebih baik lagi dan anak-anak menjadi lebih semangat lagi dalam belajar untuk meraih cita-citanya,” ujarnya.

Sumber: Tribunnews Batam

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa profil komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *