Youth Awareness Communiy (YAC); Memperjuangkan Literasi & Memotivasi Anak Negeri

Mahasiswa sebagai Agent of Change harus memiliki kepekaan akan dunia pendidikan dan lingkungan yang ada di sekitarnya. Namun, banyak mahasiswa saat ini seperti lebih menutup mata dan tidak peduli dengan pendidikan yang ada disekitarnya. Di Sumatera Utara sendiri masih banyak sekolah yang memiliki gedung tidak layak pakai. Sungguh miris, jika para generasi penerus bangsa harus menimba ilmu di tempat yang seharusnya tidak layak digunakan lagi.

Namun, diantara para pemuda/i yang tidak peduli tersebut, masih ada segelintir pemuda lainnya yang sedang berusaha untuk memperjuangkan literasi dan berusaha memotivasi anak negeri untuk mau meraih cita-cita dengan membentuk komunitas yang bergerak di bidang sosial dan peduli pendidikan.

Komunitas “Youth Awareness Communiy (YAC)” dibentuk pada bulan November 2016 oleh para pemuda/i yang peduli akan pendidikan di pedalaman.

Walau masih terbilang baru, YAC sudah melakukan aksi sosial sebanyak lima tempat di berbagai pelosok yang ada di Sumatera Utara, antara lainRumah Baca Porsea, Kampung Nelayan Belawan, Desa Batu Katak Langkat, Desa Gung Pinto Gunung Sinabung Tanah Karo Dan Desa Sei Serdang Kuala Sawit TangkahanLangkat.”Kami ingin memberi motivasi ke anak-anak pedalaman, kalau mereka itu harus bisa dan mampu memiliki dan mengejar cita-cita mereka sama dengan anak-anak yang ada di kota sehingga mereka tidak minder untuk belajar untuk kuliah hingga meraih cita-citanya”, ujar Mardu, salah satu pendiri YAC.

Komunitas YAC ini melakukan kegiatan dalam rentang dalam waktu satu hingga dua bulan dan selalu melakukan open recruitment ketika akan melakukan kegiatan. Berbagai macam profesi seperti dokter yang bergabung dalam kegiatan tersebut dan juga sebagian besar anggotanya adalah mahasiswa yang aktif dan memiliki passion dalam mengikuti kegiatan yang bergerak dalam bidang sosial.

Awal sebelum terbentuk komunitas ini, para relawan sekaligus pendiri YAC ini mencoba untuk melakukan aksi sosial ke sekolah yang ada di pelosok, namun pihak sekolah merasa tidak yakin karena tidak membawa komunitas dan hanya membawa nama pribadi. Mulai dari situ, beberapa relawan yang juga alumni dari 1000 Guru Medan membentuk komunitas dan lahirlah YAC ini.Komunitas yang mengangkat ide Charity Fun Trip ini memiliki berbagai kegiatan seru di setiap kegiatannya selama tiga hari yaitu memberi motivasi kepada anak-anak sekolah di pedalaman. Motivasi yang diberikan kepada anak-anak yaitu lebih ke pendekatan kepada anak-anak sambil bermain. Selain itu kegiatan ini juga memberikan pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan kepada warga desa setempat. Hari terakhir menjadi keseruan untuk para relawan yang mengikuti YAC ini yaitu para relawan akan diajak untuk melakukan petualangan seru di tempat wisata daerah tersebut.

Sumber: Medan Bisnis Daily

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa profil komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke kontak@komunita.id. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *