Forum Harimau Kita Lakukan Aksi Pembersihan Jerat Harimau

Maraknya perburuan Harimau Sumatera yang berimbas kepada semakin menipisnya populasihewan dilindungi itu membuat, beberapa aktivitis pencinta lingkungan yang tergabung dalam Forum Harimau Kita tergerak untuk melakukan Sweeping atau Pembersihan Jerat Harimau yang di pasang oleh para pemburu di Kawasan Hutan Lindung Se-Provinsi Bengkulu.

Selama Periode tahun 2008 hingga tahun 2015 telah terjadi sebanyak 81 kasus Konflik antara manusia dan harimau di Provinsi Bengkulu yang disertai Kasus Perburuan Liar Harimau Sumatera (Phantera Tigris Sumatera). Salah satunya masih dalam ingatan pada Februari 2015 lalu, kasus yang menimpa petani karet di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu yang tewas di mangsa Harimau, sedangkan baru-baru ini bulan Juli di Kabupaten Mukomuko Petugas Kehutanan TNKS dan Polres Mukomuko berhasil melakukan operasi tangkap tangan terhadap 2 Orang Pelaku Perburuan Harimau Sumatera dan di temukan barang bukti berupa 2 lembar kulit Harimau basah serta tulang Harimau di dalam karun yang siap untuk di perdagangkan.

Seakan menjadi konflik yang tak berkesudahan antara harimau dan manusia, hal tersebut cukup menjadi tanda peringatan bagi kita bahwa habitat asli si raja rimba sudah terganggu dan terancam habis guna memenuhi kebutuhan manusia yang tak pernah terbatas, apabila tak segera di tindak lanjuti dan di minimalisir konflik tersebut, dipastikan dalam beberapa tahun kedepan Hewan Endemic Sumatera ini akan Punah.

Partisipasi dan Kolaborasi dari berbagai pihak sangat dibutuhkan dalam penyelamatan Harimau Sumatera yang berada di kawasan hutan di Provinsi Bengkulu.

Maka dari itu melalui Forum Harimau Kita yang mewakili seluruh elemen pencinta alam dan lingkungan yang terdiri dari, Lingkar Institute, Mahasiswa Pencinta Alam, Aliansi Masyrakat AdatNusantara, Komunitas Mangrove, Tim Patroli PHS-KS, BKSDA, WRU-WCS IP. Melakukan SMART Patroli dan Pembersihan Jerat Harimau di Lanskap TNKS dan Lanskap Bukit Balai Rejang Selatan dengan target hutan di luar kawasan konservasi yang rawan perburuan liar.

Ditemui pada rapat koordinasi tim sapu bersih jerat Harimau pada melalui koordinator tim, drh. Erni Suyanti.

“Nantinya Tim ini akan di bagi menjadi 5 sampai 7 orang personil yang terbagi di beberapa kawasan Hutan disetiap Kabupaten, diantaranya Kabupaten Mukomuko, Seluma, Kepahiang, Bengkulu Utara,Rejang Lebong, Kaur dan Bengkulu Selatan dan akan melakukan patroli pembersihan jerat harimau selama 5 sampai 7 hari kedepan, mulai dari tanggal 18 sampai 25 juli nanti”,ujarnya.

Selanjutnya, selain ajang sosialisasi bagi kaum muda dan masyarakat untuk lebih perduli terhadap kelangsungan hidup Harimau Sumatera, kegiatan ini juga dalam rangkaian memperingati hari Harimau Sedunia atau Global Tiger Day yang jatuh pada 30 Juli yang akan di peringati di Kota Bengkulu nanti.

Sumber: RMOL BENGKULU

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa liputan acara komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke kontak@komunita.id. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *