Komunitas Wisata Panti; Berikan Kegiatan Hiburan dan Edukatif Untuk Anak Panti

Melakukan kegiatan sosial bukan hanya sekadar kewajiban. Namun, sudah menjadi hobi bagi Danu Setya Nugroho dan istrinya. Pasangan suami istri itu kerap blusukan dari satu panti ke panti lain di area Jabodetabek. Mereka tidak hanya sekadar berdonasi uang lalu kembali pulang tetapi juga memberikan pengalaman menarik bagi anak-anak panti.

Selain berkunjung ke panti, mereka juga memberikan kegiatan menghibur dan kegiatan edukatif untuk anak-anak panti. Misalnya, mengajar bermain musik, membuat kerajinan tangan dan di lain waktu mengajak mereka jalan-jalan ke luar panti. “Lalu kegiatan kami ini diikuti oleh para sahabat dan kerabat dekat. Mereka juga ingin berpartisipasi,” ujar Danu.

Dari sanalah Danu, istrinya dan para sahabatnya menjaring lebih banyak orang. Kemudian, tepat November 2015, mereka membentuk Komunitas Wisata Panti. “Kami mengumpulkan teman-teman yang mempunyai hobi sama. Yakni kegiatan sosial,” tutur Danu. Meski usianya belum genap dua tahun, komunitas ini secara konsisten sudah menjangkau 15 panti asuhan Muslim di wilayah Jabodetabek.

Setiap bulannya relawan Wisata Panti selalu membuat satu acara utama berwisata. Para relawan ditantang untuk menyusun kegiatan. mulai dari mencari ide tema, lokasi panti asuhan dan donasi. Kemudian dituangkan dalam bentuk tour wisata, seperti ke  museum, bangunan bersejarah, cooking class, dan wisata ke bidang-bidang profesi seperti tempat kerajinan sablon, peternakan lebah, perkebunan dan lain sebagainya.

Selain berwisata, komunitas ini juga mendonasikan bahan makanan maupun peralatan yang dibutuhkan panti asuhan. “Komunitas kami intinya adalah berbagi. mulai dari berbagi ilmu, benda-benda kesayangan kami dan yang pastinya adalah kasih sayang,” papar Danu.

Ada tiga program rutin yang dijalankan Komunitas Wisata Panti. Pertama, wisata bulanan. Kegiatan ini adalah mengajak anak-anak panti untuk keluar asrama dan mengunjungi tempat-tempat wisata yang edukatif. Lalu, ada pula program sambung kasih.

“Kegiatan ini mengunjungi kembali panti-panti yang sudah pernah kami ajak wisata, lalu mengadakan pencarian bakat anak-anak panti yang berpotensi,” terangnya. Yang terakhir merupakan program anjangsana. Dimana setiap bulannya mengadakan kegiatan saling mengunjungi sesama anggota Wisata Panti.

Komunitas yang kini beranggotakan 200 orang ini juga melakukan kerja sama dengan komunitas lain. Wisata Panti aktif berkolaborasi  dengan komunitas sepeda Let’s Gowes, komunitas Motor Gede Mix Moge dan safety riding. Anak-anak bahkan diperbolehkan mencoba mengendarai Moge berkeliling.

Meski baru mengunjungi panti-panti di sekitar Jabodetabek, tetapi Wisata Panti juga sudah mengunjungi panti di Jogjakarta. Namun, dia mengaku belum ada cabang komunitas Wisata Panti di kota-kota lain.  “Sementara ini hanya di Jakarta saja, tetapi sudah ada komunikasi dengan beberapa teman kami yang tinggal di luar kota ataupun luar negeri yang ingin membuka divisi ditempat mereka,” jelas Danu.

Danu mengungkapkan banyak suka duka mengasuh komunitas Wisata Panti tersebut. misalnya, ketika dana dan donasi yang terkumpul hanya sedikit atau minim tetapi acara harus tetap berjalan lancar. “But, so far everything is going well,” ujar Danu. Selain para relawan juga dituntut untuk mencari ide sekreatif mungkin untuk menghibur anak-anak.

Komunitas Wisata Panti selalu membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin berpartisipasi menjadi relawannya. Untuk info  lebih lanjut mengenai komunitas Wisata Panti, dapat dilihat di akun media sosial mereka di Instagram :  @wisatapanti dan fanpage FB : Wisata Panti.

“Siapapun boleh bergabung tanpa membeda-bedakan ras,agama dan lain lain. Selama tujuannya membahagiakan generasi muda bangsa, everybody is welcome,” cetus Danu.

Sumber: Muslimah Daily

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa profil komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *