Freeletics Makassar; Giatkan Masyarakat Makassar Untuk Hidup Sehat

Membentuk tubuh yang bugar bisa dilakukan dengan berbagai metode olahraga. Salah satu yang sedang tren adalah program freeletics. Disebut begitu, karena olahraga ini tidak membutuhkan alat bantuan apa pun, melainkan hanya mengandalkan berat badan. Hampir semua orang bisa melakukannya dengan biaya yang sangat murah.

Latihan Freeletics sendiri adalah gabungan dari pemanfaatan berat badan dengan kardio. Aneka gerakan dikombinasikan dengan intensitas dan waktu tertentu. Meski tanpa menggunakan alat tambahan, dipercaya bisa membantu pembakaran lemak yang lebih optimal.

Freeletics, menurut sejumlah literatur, diperkenalkan oleh tiga warga Munich, Jerman, yakni Andrej Matijczak, Joshua Cornelius dan Mehmet Yilmaz pada tahun 2013. Mereka membuat aplikasi berbasis telepon pintar dan memasukkan aneka program latihan kebugaran. Aplikasi itu kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia, yang menginspirasi banyak orang mempraktekannya. Termasuk di Indonesia.

Pada tahun yang sama, Freeletics masuk ke Indonesia dan menginspirasi terbentuknya komunitas di berbagai kota. Dan Agustus 2014 komunitas Freeletics Makassar berdiri dengan diprakarsa Rosa Amalia Safitri dan Sarsongko Wacyutomo.

“Semangat kami waktu itu adalah agar bisa hidup lebih sehat serta mengajak masyarakat Makassar untuk sama-sama hidup sehat tapi tanpa mengeluarkan biaya mahal. Yang kita butuhkan hanya sedikit waktu luang, niat kuat, serta semangat untuk hidup sehat. Freeletics bisa dilakukan di kamar, halaman rumah, taman, lapangan, dimanapun yang kamu mau,” kata Rosa lewat blognya.

Secara rutin komunitas Freeletics Makassar melakukan Sweat Camp, yakni ajang latihan bersama para pegiat dengan menu latihan yang telah ditentukan. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap hari Minggu pagi atau sore. Tempatnya berpindah-pindah, antara lain di kawasan Car Free Day Jalan Jenderal Sudirman, lapangan Karebosi, Monumen Mandala, Anjungan Pantai Losari, dan lainnya. Tempatnya bergantian untuk memperkenalkan hobi olahraga ini secara meluas kepada masyarakat.

Komunitas ini juga menggelar kegiatan bernama Night Sweat Camp. Berbeda dengan Sweat Camp, kegiatan ini digelar pada malam hari, juga di tempat yang berbeda-beda. Biasanya kegiatan malam dilakukan di tengah pekan. Lewat latihan bersama, para pegiat sama-sama saling memotivasi sekaligus berbagi pengalaman. Tidak ada pembedaan pemula dan yang sudah senior.

Cara bergabung

Masyarakat yang tertarik bergabung bisa datang langsung ke tempat latihan. Biasanya, beberapa hari sebelumnya lokasi diumumkan melalui sosial media. Setiap orang bisa bergabung, dengan mengenakan pakaian dan sepatu olahraga yang nyaman, serta disarankan membawa air minum dan handuk, serta matras sebagai alas. Tidak ada biaya pendaftaran.

Untuk mengikuti jadwal kegiatan dan informasi terbaru dari Freeletics Makassar, berikut media sosial yang bisa kamu pantau:

Facebook        : Freeletics Makassar
Twitter        : @freeleticsmks)
Instagram     : freeleticsmks

Atau kirim pertanyaan lebih lanjut ke email: freeletics.makassar@gmail.com.

Sumber: MERDEKA MAKASSAR

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa profil komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke kontak@komunita.id. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *