Soshonbu; Komunitas Pertama Untuk Para Pecinta Budaya Jepang di Bandung

Kebudayaan jepang kian digemari di indonesia, banyak orang yang tertarik untuk belajar bahasa Jepang, kebudayaan Jepang baik tradisional, modern ataupun berbagai macam yang berbau negara sakura. Hal ini terlihat dari antusiasme warga indonesia akan berbagai acara yang berhubungan dengan kebudayaan Jepang seperti seminar, workshop, dan festival festival budaya jepang.

Hal ini juga yang melatar belakangi Rizky Titan seorang Pelajar SMA 27 Bandung untuk membentuk komunitas Jepang pertama yang memiliki konsep organisasi semi formal yang berorentasi pada pendidikan, yang artinya komunitas ini bukan komunitas biasa yang sekedar untuk kumpul-kumpul para anggotanya, melainkan mempunyai visi misi yang jelas dengan susunan kepengurusan yang terstruktur.

Awal mula terbentuknya komunitas ini adalah ketika Rizki Titan dan teman-temannya tergabung dalam ekskul bahasa jepang di SMA 27 Bandung sering mengadakan pertemuan dengan anggota ekskul bahasa jepang dari sekolah lain, awalnya terdiri dari tiga sekolah saja. Mereka lalu berpikiran mengapa tidak menyediakan wadah untuk menyatukan ekskul jepang di SMA/SMK sederajat untuk ikut bergabung. Dimulai dari para pendiri Soshonbu mulai mencari dan mengundang perwakilan ketua ekskul jepang di seluruh sekolah SMA kota bandung untuk bermusyawarah dan menyampaikan ide tentang membentuk komunitas Jepang berisikan pelajar-pelajar SMA di kota bandung ke dalam organisasi Soshonbu.

Kemudian lahirlah organisasi Association of Highschool Nihon no Kurabu (Soshonbu) yang berdiri pada tanggal 6 Mei 2015. Meski awalnya hanya beranggotakan beberapa sekolah saja tapi hingga sekarang organisasi Soshonbu terus berkembang dengan beranggotakan seluruh anggota ekskul jepang di semua sekolah SMA di bandung, Yasmin Putrialifa (17) sang ketua umum  menjelaskan bahwa Soshonbu ibarat pengurus OSIS di sekolah, anggota osis adalah seluruh siswa di sekolah, sedangkan pengurus OSIS adalah orang-orang terpilih yang sudah melewati proses seleksi.

Jadi, seluruh anggota Soshonbu adalah seluruh anggota ekskul jepang di bandung, dan Soshonbu juga memiliki pengurus seperti pengurus OSIS yang bertugas membantu masalah masalah di ekskul jepang di bandung, tak hanya itu mereka juga sering megadakan acara-acara jepang tingkat SMA, seperti tanggal 10 September 2016 lalu, mereka mengadakan Workshop Kaligrafi Jepang atau Shuuji yang bertemakan “Menumbuhkan Minat Belajar Kebudayaan Jepang” yang bertempat di SMAN 3 Bandung.

Seiring berjalannya waktu organisasi ini terus berkembang, bahkan kini Soshonbu sudah menjalin kerjasama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota bandung, setelah melewati negosiasi dan presentasi kepada Dispora, Soshonbu mendapatkan sambutan yang baik dari Dispora karena merupakan wadah ekskul jepang pertama kelas pelajar SMA di kota bandung.

Sumber: SUTEKIJI

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa profil komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke kontak@komunita.id. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *