Komunitas Cawan: Wadahi Arsitek Muda Pontianak Yang Haus Ruang Diskusi

Suka arsitektur? Pas banget nih kalau gabung di komunitas cawan. Komunitas cawan berdiri pada 2013, namun memulai aktif dari kegiatan pada Agustus 2015.

Ketua Komunitas Cawan, Fiqri Sulthony mengatakan Cawan berasal dari singkatan “Cari Wawasan” belajar dan berbagi tentang pengetahuan arsitektur dan kota.

“Jadi cawan itu seperti wadah, tempat berkumpulnya teman-teman untuk belajar dan berbagi,” terangnya.

Komunitas ini berdiri karena arsitek muda Pontianak merasa haus akan ruang-ruang diskusi. Merekapun merasa kekurangan wadah untuk bisa belajar dan berbagi.

“Kemudian juga ingin memperkenalkan kualiatas para arsitek yang dimiliki kota Pontianak. Selain itu kami juga ingin memperkenalkan arsitektur itu sendiri ke masyarakat,” jelasnya.

Saat ini sudah banyak kegiatan Cawan, pertama ada Becakap yang merupakan ruang diskusi yang dilakukan sebulan sekali. Tema yang diangkat adalah seputar isu arsitektur dan perkotaan.

“Di arsitektur sendiri biasanya kami presentasi tentang karya-karya arsitek lokal maupun nasional. Tujuannya adalah selain memperkenalkan arsitektur ke masyarakat namun juga memperkenal nilai-nilai dalam beraksitektur. Kalau untuk tema perkotaan sendiri kita biasanya mengambil tema-tema yang sedang hangat,” ungkapnya.

Lalu ada pula kegiatan Urbanisme warga yaitu kegiatan yang dilakukan oleh Cawan bersama dengan 9 mitra di 8 kota di Indonesia seperti Banda Aceh, Bandung, Tangerang Selatan, Pontianak, Semarang, Surabaya, Solo dan Bogor.

Ia menuturkan di Pontianak sendiri cawan bermitra bersama dengan Demanhuri (aktivis) Mira S Lubis (dosen Untan) dan Kreasi Sungai Putat (KSP) dalam mendorong ko-produksi pengetahuan tentang parit di kota Pontianak.

“Kalau saat ini Cawan sedang mempersiapkan pameran Pekan Arsitektur dan Seni 2017 di kegiatan Kalbar Bookfair 2017 pada tanggal 1 sampai 7 November 2017,” tukasnya.

Sumber: Tribun News Pontianak

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa profil komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *