Aksi Damai Menolak Kekerasan Terhadap Anak Ala Komunitas Kizuna

Puluhan anggota Komunitas Kizuna menggelar aksi damai menolak kekerasan kepada anak kemarin. Aksi ini dilakukan lantaran masih banyak ditemukan aksi kekerasan pada anak di Kabupaten Gresik. Bertempat di Bundaran GKB, peserta aksi mengajak masyarakat untuk menjaga anak-anak dari kasus kekerasan.

Data yang berhasil dihimpun, terhitung sejak awal tahun lalu, tercatat sebanyak 13 sampai 15 anak di Gresik mengalami kasus kekerasan. Belum lagi, anak yang terjerat dalam anak berhadapan hukum (ABH).

Koordinator Aksi Ria Pusvita Sari mengatakan, aksi tersebut untuk menyuarakan maraknya kekerasan yang terjadi pada anak. Menurutnya, tidak semestinya anak diberlakukan dengan kekerasan. “Anak harus disayangi, tidak boleh orang tua atau siapapun berprilaku keras terhadap anak,” ujarnya.

Dikatakan, kekerasan pada anak tidak hanya dilakukan secara fisik. Namun bisa dilakukan dengan cara non fisik. Seperti melakukan bullying pada anak. Kasus bullying bisa dilakukan pada orang dewasa atau teman sekolahnya. “Kekhawatiran akan bullying terhadap putra putri kami sendiri dan tak ingin terjadi pada anak anak yang lainnya,” ungkap dia.

Hal senada juga disampaikan Bella peserta aksi. Ia mengatakan kasus bullying tidak boleh disampingkan. Beberapa kasus anak yang terkena dampak bullying, mengakibatkan mental anak terganggu. “Apalagi hal itu terjadi pada anak yang mengalami ketergantungan mental atau difabel,” katanya.

Bella sendiri mengaku, adik kandungnya yang difabel juga kerap menjadi sasaran korban bullying dari temannya. Menurutnya, cara-cara sepert itu seharusnya tidak boleh terjadi. “Semoga tidak ada lagi anak anak yang saling menghina satu sama lain atau bahkan menerima kekerasan apapun bentuknya,” pungkas dia.

Sumber; JAWA POS

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa liputan acara komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke kontak@komunita.id. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *