Hastin Melur Maharti: Memberi Harapan Baru pada Dunia Pendidikan Bumi Gaharu

Berawal dari program pengabdian masyarakat Universitas Indonesia pada tahun 2014, Kuliah Kerja Nyata (K2N) di Kalimantan Utara, Hastin Melur Maharti, founder dari komunitas UntukKaltara dan beberapa mahasiswa UI lainnya, mencoba hidup bersama dengan masyarakat setempat. Perempuan yang saat ini sedang menempuh studi S2 di Universitas Indonesia ini lalu mulai menyimpulkan bahwa problem utama yang dihadapi oleh anak-anak di Kalimantan Utara ialah sarana dan prasarana pendidikan yang tidak memadai. Hastin pun menyadari bahwa anak-anak Kalimantan Utara ini membutuhkan bantuan dari luar daerahnya.

Awalnya, secara personal Hastin menginisiasi gerakan menyumbang buku untuk anak-anak di Kalimantan Utara. Begitu melihat bahwa ternyata banyak temannya yang melakukan hal serupa, Hastin mulai berpikir untuk menginisiasi sebuah komunitas yang menaungi gerakan tersebut. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pengumpulan donasi dan membuat gaung gerakan sosial ini lebih terdengar. Maka dari itu, Bersama dengan keempat teman K2Nnya, Hastin menginisiasi komunitas UntukKaltara. Komunitas Untuk Kaltara fokus membantu perbaikan mutu pendidikan anak dan pemuda yang berada di daerah pedalaman dan perbatasan Kalimantan Utara. Tujuan besarnya adalah untuk seluruh daerah Kalimantan Utara, namun untuk saat ini UntukKaltara sedang menargetkan bantuan ke enam kecamatan paling utara, yang berdekatan dengan negara Malaysia. Bantuan berupa bantuan buku dan alat tulis untuk anak-anak, dan seminar pendidikan tinggi untuk para pemuda.

Pada pengiriman perdana, buku-buku yang telah dikumpulkan dari para donatur dititipkan pada salah satu guru Sekolah Dasar di Kalimantan Utara yang kebetulan sedang ada dinas di Jakarta. Kelima anggota UntukKaltara menemui guru tersebut di bandara saat beliau hendak terbang kembali ke Kalimantan Utara, lalu menitipkan paket buku pada beliau. Lebih dari 8 kg buku dikirimkan komunitas UntukKaltara pada pengiriman pertamanya.

Pada Januari 2017, Hastin kembali mengunjungi Kalimantan Utara dan memberikan laporan pada teman-temannya di UntukKaltara bahwa anak-anak di sana masih sangat membutuhkan buku bacaan. Hastin juga menjelaskan betapa bahagianya anak-anak yang telah menerima buku dari mereka. Hal inilah yang semakin memacu komunitas UntukKaltara untuk menggencarkan penggalangan dana dan buku untuk anak-anak Kalimantan Utara.

Pendirian UntukKaltara tidak melulu berjalan lancar tanpa hambatan, Hastin pun berbagi cerita suka dukanya bersama redaksi Komunita.id. Menurutnya, menempuh perjalanan jauh dan harus merelakan uang tabungan terlihat jadi bagian duka ketika mulai membangun Untuk Kaltara. Namun, baginya hal itu merupakan tantangan yang sangat menyenangkan untuk dikerjakan. “Bagi saya, projek Untuk Kaltara adalah katarsis bagi jiwa saya, setelah lelah dengan kegiatan bekerja dan kuliah” tuturnya ramah.

“Saya selalu bahagia bisa asik berbincang dengan orang-orang desa, bisa kembali ke tengah sungai dan hutan Kalimantan, serta hidup di tengah masyarakat pedalaman. Semua itu selalu memberikan pengalaman dan pelajaran baru yang tak ternilai bagi saya pribadi” ungkapnya di ujung telepon. Maka dari itu, Hastin enggan menyebut hal ini sebagai duka. Baginya, satu tantangan tersulit justru ketika dia harus  berusaha meyakinkan orangtuanya bahwa apa yang dia kerjakan di Untuk Kaltara adalah kegiatan positif. Pada mulanya, orang tua Hastin menantang aktifitasnya di komunitas UntukKaltara. Hal ini karena mereka tahu bahwa putrinya harus kembali ke Kalimantan Utara sendirian dengan medan yang sulit, dan harus merelakan waktu senggangnya untuk mengerjakan projek UntukKaltara. Namun pada akhirnya orangtua Hastin paham bahwa apa yang dia dan teman-temannya kerjakan adalah hal positif yang membawa manfaat bagi banyak orang. Tak hanya itu, bahkan sekarang orang tua Hastin menjadi pendukung utama yang menyemangati semua kegiatan komunitas UntukKaltara. Satu lagi hal yang paling membuat Hastin terpacu untuk terus melanjutkan kegiatan positifnya di komunitas UntukKaltara, dia paling suka bisa memperkenalkan Untuk Kaltara ke masyarakat luas bersama-sama empat temannya, melalui kegiatan presentasi atau melalui pameran pendidikan dan komunitas.

Selama membangun Untuk Kaltara, Hastin mengaku bahwa UntukKaltara telah menjalin kerjasama dengan beberapa instansi yang cukup besar seperti campaign.com, Dompet Dhuafa Volunteer, Tech in Asia, Kuark, Pesta Pendidikan Nasional 2017, Komunita ID, Sebangsa, Dayakan Indonesia, dan semua media partner tersebut membantu UntukKaltara dalam hal publikasi dan donasi uang dan buku. Salah satu yang berkesan bagi Hastin adalah ketika dia mendaftarkan diri menjadi delegasi provinsi Kalimantan Utara di Youth4Dev yang disponsori oleh YSEALI dan US Embassy Jakarta, membawa projek Kaltara Youth Exchange. Projek itu merupakan implementasi misi kedua Untuk Kaltara, yaitu seminar pendidikan perguruan tinggi untuk pemuda desa. Melalui acara inilah Kaltara Youth Exchange bisa didanai oleh pemberi sponsor. Semua anggota UntukKaltara lalu berkesempatan untuk terbang ke desa-desa di daerah perbatasan untuk menemui para pemuda. Tidak disangka, antusiasmenya cukup besar. Bahagianya lagi, Hastin diminta untuk mewakili para delegasi dari 34 provinsi di Indonesia untuk bercerita dan memperkenalkan Untuk Kaltara dan projek Kaltara Youth Exchange di panggung @America Jakarta pada peringatan Hari Pemuda Internasional.

Pada tahun pertamanya ini, UntukKaltara masih memfokuskan diri untuk mengumpulkan buku dan alat tulis, lalu menyumbangkannya ke Kalimantan Utara, tepatnya di Malinau. Pada dasarnya, tujuan komunitas UntukKaltara ini adalah ingin membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Utara. Tapi untuk permulaannya, menyumbangkan buku untuk mereka adalah hal yang paling mungkin untuk dilakukan saat ini. Harapan ke depannya, UntukKaltara ingin bisa membangun taman baca di kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Setelah beberapa kali pengiriman buku, UntukKaltara bekerjasama dengan Pos Indonesia dalam program Pustaka Bergerak, dan bisa mengirimkan buku yang terkumpul secara cuma-cuma. UntukKaltara juga beberapa kali telah melakukan penggalangan dana melalui Dompet Dhuafa dan secara langsung mendirikan booth pada Event Ramadhan di Kemang, Jakarta Selatan.

Satu keinginan UntukKaltara yang ingin diwujudkan di masa datang adalah ingin mengadakan pelatihan guru untuk para pengajar Sekolah Dasar di Kalimantan Utara. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan metode belajar mengajar di sekolah. Selama ini, komunitas UntukKaltara melihat bahwa metode mengajar yang dilakukan oleh guru Sekolah Dasar di Kalimantan Utara sangat monoton. Padahal sebenarnya cara mengajar itu bisa dibuat lebih variatif dan kreatif, seperti menggunakan media dongeng, games, dan cara mengajar unik lainnya. Semoga segera terwujud ya, semua rencana mulianya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *