Komunitas Rumah Biru: Sebarkan Virus Indahnya Berbagi Antar Sesama

Komunitas Rumah Biru (RB) terus menyebarkan virus indahnya berbagi antar sesama, terutama kepada orang-orang yang kurang mampu dan anak panti asuhan kepada generasi muda yang di Kota Pekanbaru.

“Kami akan terus menyebarkan virus indahnya berbagi terutama pada generasi muda, karena banyak anak-anak muda sekarang yang lebih suka menghabiskan waktu dengan jalan-jalan,” Ujar Pendiri Komunitas Rumah Biru Puspa Delima Sari, Rabu.

Komunitas yang berdiri pada 5 Juni 2012 ini dicetuskan oleh Puspa Delima Sari, Muhammad Ilham dan Asih Pratiwi. Berawal dari mengamati kondisi sekitar dan banyaknya anak-anak jalanan, panti asuhan, fakir miskin dan lainnya yang kurang diperhatikan.

“Berawal dari munculnya keinginan untuk berbagi kepada anak yatim piatu di panti asuhan, lalu mulai mencari-cari tempat yang bisa disalurkan,” ucapnya.

Puspa mengaku pemberian nama untuk komunitas ini terinspirasi dari lagu Slank yakni “Generasi Biru”. Kemudian perlunya ada tempat atau wadah untuk menampung orang-orang yang ingin membantu dalam kebutuhan primer dan sekunder, pendidikan maupun kesehatan orang-orang yang membutuhkan.

Ketua komunitas ini juga mengatakan bahwa rumah artinya tempat berlindung, tempat tinggal dan kekeluargaan, sedangkan biru yang berarti nyaman. Rumah Biru adalah tempat yang nyaman dan hangat dengan kekeluargaannya tanpa memandang latar belakang.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa komunitas RB kini sudah memiliki lebih dari 60 orang anggota yang bergabung untuk terjun langsung. Kegiatan yang sudah mereka lakukan selama ini diantara menyelenggarakan pengobatan gratis, membantu pasien yang kurang mampu, berbagi dengan anak yatim di panti asuhan, sosialisasi kesehatan gigi, edukasi seperti mengajarkan prakarya, musik,dan yang lainnya.

“Untuk menjadi anggota RB tidak ada persyaratan khusus, hanya diperlukan niat yang tulus dan ikhlas untuk membantu orang lain, mau mengorbankan waktu maupun materil, karena setiap kali turun akan memakai dana pribadi,” tambahnya.

Selain dari iuran kas Rp20.000/bulan dan uang masa depan Rp10.000/bulan, anak-anak RB mendapatkan dana dengan cara berwirausaha seperti menjual aksesoris-aksesoris, es krim, jilbab-jilbab, dan yang lainnya. Kemudian hasilnya akan dipakai dan dipergunakan untuk kebutuhan anak-anak yatim atau orang-orang yang kurang mampu.

Komunitas yang digerakkan oleh anak-anak muda ini berasal dari berbagai latar pendidikan dan usia, diantaranya anak SMA, mahasiswa dan yang sudah bekerja.

Puspa berharap kedepannya akan semakin banyak generasi muda yang menjadi pribadi yang mau berbagi antar sesama dan virus indahnya berbagi semakin menyebar kepada seluruh anak-anak kota Pekanbaru. Selain itu ia juga menginginkan kedepannya RB bisa mendirikan panti asuhan, klinik untuk fakir miskin dan yayasan Rumah Biru.

“Kami juga berharap kawan-kawan muda kota ini bisa ikut membantu dan mensukseskan agenda yang sudah diakan dilaksanakan tahun ini, diantaranya membantu anak-anak Panti Sri Mujinab dan Sunatan Massal” tuturnya.

Ia juga mengajak anak-anak muda Pekanbaru yang ingin mampir, bergabung dan tahu lebih banyak tentang Rumah Biru, silahkan saja datang ke Jalan Melati, Gang Melati Nomor 10, Arifin Ahmad, Pekanbaru dan kunjungi blog “rumahbirupekanbaru.weebly.com.

Sumber: ANTARA RIAU

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa profil komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke kontak@komunita.id. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *