Komunitas Tsuki No Hikari: Wadahi Para Peminat Bahasa dan Budaya Jepang

Budaya Jepang nampaknya sudah menjamur di Indonesia, terutama pada sejumlah remaja. Misalnya saja film-film kartun Jepang yang biasa disebut anime telah berhasil menyedot penonton remaja Indonesia yang kebanyakan dari mereka adalah seorang pelajar. Melalui anime tersebut banyak karakter-karakter anime yang mereka sukai, sehingga mereka tertarik untuk menirukan karakter yang ada dalam anime tersebut. Ya, menirukan karakter anime ini di sebut Cosplay, seni meniru karakter unik dari anime, komik maupun film yang berbau Jepang.

Ternyata, di Kota Serang terdapat komunitas pecinta Jepang yang lahir dari pemikiran siswa-siswi SMKN 1 Kota Serang. Komunitas ini awalnya bernama “Hikari Itsuki” kemudian berganti nama menjadi “Tsuki No Hikari”, karena nama sebelumnya memiliki tata bahasa yang rancu dalam bahasa Jepang. Sementara arti dari Tsuki No Hikari sendiri adalah cahaya bulan, dengan harapan cahaya yang dapat memberikan penerangan di dalam gelap. Hadirnya komunitas ini diharapkan dapat memiliki pengalaman dan wawasan tentang pengetahuan Jepang.

Komunitas ini telah berdiri sejak 22 Juni 2012 silam, yang didirikan oleh Indra Aji, Aditya Mahendra, dan Arifianto Ramadhan. Sampai saat ini jumlah anggota dari komunitas ini lebih dari 100 orang yang didominasi oleh pelajar siswa-siswi SMKN 1 Kota Serang dan para alumninya.

“Awal dibentuk atas adanya pelajaran bahasa Jepang di sekolah. Lalu, para pendiri memiliki ide untuk membuat komunitas, dengan harapan dapat menampung siswa-siswi peminat bahasa Jepang ataupun suka dengan hal yang berbau Jejepangan kayak anime Cosplay,” kata Bayu.

Setiap tahunnya, Komunitas Tsuki No Hikari melaksanakan berbagai kegiatan, seperti Matsuri atau Festival Jepang. Tidak hanya itu, belajar bahasa Jepang, kebudayaan Jepang, Role Play dan Manga pun sering digelar. Sehingga tidak heran, jika komunitas ini pernah meraih beberapa prestasi, yakni Juara 2 Bahasa Jepang di FL2SN se-Provinsi Banten.

“Kami ingin, agar orang-orang di luar sana tidak langsung men-judge orang-orang ataupun komunitas yang menyukai kebudayaan Jepang ataupun negara lainnya, karena walau bagaimana pun kita tetep cinta dengan kebudayaan Indonesia,” tandas Bayu.

Berbicara soal Cosplay, komunitas ini biasanya ber-Cosplay di Alun-alun dan pada acara CosStreet milik Dokuristu tiap minggu ke-3. Mengenai pakaian Cosplay, mereka mendapatkannya dari hasil bautan sendiri maupun membelinya dengan harga Rp200 sampai Rp500 ribu.

Nah, bagi Anda yang tertarik untuk bergabung, bisa langsung datang ke SMKN 1 Kota Serang atau ke Alun-alun Timur Kota Serang. Siapapun bisa bergabung dan belajar bersama dengan Komunitas Tsuki No Hikari, lho!

Sumber: BIEM.CO

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa profil komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke kontak@komunita.id. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *