UNEJ Archery Club (UAC): Wadah Berkumpulnya Penggemar Olahraga Menantang

Baru dimulai semenjak 2016 lalu, geliat panahan memang tengah meningkat khususnya di lingkungan Universitas Jember. Untuk mewadahi penggemar panahan inilah komunitas panahan Universitas Jember akhirnya dibentuk. Bahkan, kini peminatnya semakin banyak saja.

Setiap akhir pekan, ratusan mahasiswa dan masyarakat berkumpul di lapangan timur Universitas Jember. Bukan untuk menonton konser apalagi tawuran, melainkan untuk menjajal kemampuan di salah satu cabang olahraga baru yang cukup menantang di Universitas Jember, yaitu panahan.

Di salah satu sisi lapangan, berjajar sasaran berbentuk lingkaran yang menjadi target. Drs Eddy Suhan menjadi salah satu pelatih yang dengan tekun menunjukkan cara memanah yang benar. Sementara masing-masing peserta sudah siap dengan busur dan memusatkan konsentrasi mereka untuk bisa memanah di bagian tengah target. Kemudian… syuuut! Anak panah pun melesat dari busurnya.

Aktivitas ini menjadi pemandangan yang biasa dilihat setiap Jumat dan Sabtu pagi. Hingga pertengahan 2017 ini, sudah ratusan peserta yang tercatat menjadi anggota, baik klub maupun komunitas yang sebentar lagi menjadi UKM. “Kalau anggota Unej Archery Club (UAC) ada sekitar 55 orang, sementara anggota UKM Panahan Unej sekitar 100 mahasiswa,” ujar Eddy, yang juga menjadi pembina komunitas panahan Unej.

Tingginya peminat cabang olahraga yang cukup menantang ini menyusul prospek prestasi yang banyak diraih di beragam even baik regional, nasional dan internasional. Sementara itu, Gagasan membentuk komunitas panahan ini berawal ketika dirinya mendapat informasi ada perguruan tinggi yang memiliki UKM panahan dan berkuda.

Berangkat dari sana, Eddy bersama Sukron Makmun yang juga pegiat panahan mencoba mengumpulkan orang-orang yang sama-sama gemar memanah. “Kemudian saya mengajukan proposal untuk membentuk UKM Panahan,” lanjutnya. Dalam proposal yang dia ajukan pertama kali, dirinya ingin membentuk UKM panahan dan berkuda.

Kedua jenis olahraga ini memang bisa dilakukan secara bersamaan. Sayang, permohonan tersebut tidak bisa direalisasi tahun ini. “Tetapi ada revisi, yang berkuda dihilangkan dulu. Insya Allah tahun 2018 UKM Panahan Unej resmi dibentuk,” kata pria yang kini bertugas di Fakultas MIPA ini.

Eddy dan para mahasiswa lain harus bersabar hingga UKM tersebut diresmikan tahun depan. “Tantangannya cukup berat, terutama dari segi dana dan birokrasi,” imbuhnya. Namun demikian bukan berarti para mahasiswa tak lantas berleha-leha. Karena termasuk cabang baru, dirinya mengajak mahasiswa untuk bertemu dengan atlet panahan yang sudah profesional dan meraih gelar juara.

“Dari situ mereka akan termotivasi untuk terus mengikuti event. Saya menyilakan, dengan catatan latihan rutin harus terus dilakukan,” pungkasnya.

Sumber; JAWA POS

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa profil komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke kontak@komunita.id. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *