Komunitas Polyglot Indonesia: Belajar Berbagai Bahasa Asing Dengan Suasana Santai & Fun

Tahukah Kamu komunitas Polyglot? Ya, komunitas Polyglot adalah komunitas yang berbasis bahasa. Polyglot sendiri merupakan sebuah sebutan untuk orang yang menguasai banyak bahasa. Komunitas Polyglot Indonesia merupakan wadah bagi para penggemar bahasa yang sudah menguasai atau sedang mempelajari beberapa bahasa.
Di Indonesia, awalnya Polyglot terbentuk di Yogyakarta. Komunitas ini terbentuk karena terinspirasi oleh Polyglot Club di Paris, Prancis. Pembentukan Polyglot di Yogyakarta bertujuan untuk memperbanyak jam praktek bahasa asing yang sedang dipelajari dalam suasana yang santai dan fun.

Polyglot Indonesia didirikan pada tahun 2012 oleh 3 orang founder-nya, Arra’di Nur Rizal (Swedia), Monis Phandu Hapsari (Italia), dan Krisna Laurensius (saat itu sedang studi di Korea Selatan).

Setahun setelahnya, pada 2013, komunitas ini menggelar kegiatan pertama yakni ‘Language Exchange Meetup’ di Jakarta. Saat ini Komunitas Polyglot sudah menambah cabangnya di enam kota, yakni Jakarta, Bandung, Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Semarang.

Nama komunitas ini juga semakin melejit melalui facebook, bahkan bukan hanya beranggotakan orang-orang dari dalam negeri, komunitas ini juga diikuti warga asing. Peserta kegiatan komunitas ini berasal dari kalangan mahasiswa, alumni mahasiswa Indonesia dari perguruan tinggi luar negeri, siswa SMP dan SMA, wirausahawan, peneliti, karyawan swasta dan organisasi internasional, serta PNS.

Komunitas Polyglot tidak membatasi rentang usia anggotanya, selama mereka mempunyai passion pada bidang bahasa dan budaya, serta beraspirasi positif dan mempunyai semangat belajar. Dalam komunitas ini, agenda pertemuan biasanya berlangsung selama dua sampai tiga jam. Para anggota Polyglot dikelompokkan sesuai bahasa yang dikuasainya yang nantinya masing-masing kelompok akan mendiskusikan topik-topik tertentu yang dipandu oleh seorang koordinator bahasa.

Kelompok bahasa yang terbentuk saat ini ialah bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Itali, Spanyol, Arab, dan Jepang. Rata-rata anggota dan koordinator Polyglot Indonesia mempelajari dan menggunakan lima bahasa. Namun ada satu anggota yang menguasai 11 bahasa, gadis Yogjakarta bernama Vremita Desectia.

Karena kemampuannya ini, Vremita juga sempat diliput oleh sejumlah media di Negara Bosnia dan sekitarnya. Sebelumnya ia sempat mengunggah lagu yang dinyanyikanya dalam bahasa Bosnia. Ini merupakan prestasi salah satu anggota Polyglot Indonesia yang membanggakan.

Komunitas Polyglot Indonesia ini sangat cocok buat kamu yang senang belajar bahasa, tertarik pada bidang akademisi, dan terbuka pada pergaulan. Di komunitas ini, para anggota saling bertukar informasi positif, seperti info beasiswa. Polyglot juga mengadakan kegiatan-kegiaan kebudayaan, info akademis, info travel, dan tentu saja untuk melebarkan tali pertemanan.

Komunitas ini juga memprovide kamu bertemu orang-orang asing yang belajar bahasa Indonesia dan membantu kamu yang ingin mempelajari bahasa ibu orang-orang tersebut. Jadi, selain bisa mendapat teman dari negara lain, kamu juga dapat partner untuk saling mengajarkan bahasa.

Sumber: SHE.ID

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa profil komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke kontak@komunita.id. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *