SEBANGSA & KeMANGTEER Jakarta Mempersembahkan Kado 1000 Mangrove untuk Pesisir Marunda

Jakarta, 13 Januari 2018 – Merayakan Hari Sejuta Pohon Sedunia, Sebangsa, platform aktivitas komunitas & Komunita.ID, website direktori lintas komunitas terlengkap di Indonesia bekerjasama dengan komunitas KeMANGTEER Jakarta membuat rangkaian “Festival Lingkungan Hidup on Sebangsa”. Acara yang dihelat 8 – 13 Januari 2018 ini bertujuan untuk menyebar awareness seputar pentingnya menanam pohon dan kepedulian terhadap pelestarian daerah pesisir pantai.

“Festival kali ini berbeda dan unik sekali, lho! Karena hanya di Sebangsa App, untuk pertama kalinya rangkaian acara dengan tema yang sama dapat diadakan secara online. Jadi, siapapun bisa merasakan keseruannya, tak terbatas pada jarak dan waktu,” jelas Indira B. Widjonarko, Founder & CEO Sebangsa & Komunita.ID.

Tak hanya itu, rangkaian acaranya juga beragam, mirip festival sungguhan yang biasa kita datangi secara offline! Mulai dari Jual-Beli Produk mangrove, Talkshow bareng Ketua KeMANGTEER Jakarta, Fakta Menarik Seputar Mangrove, Tips Menanam Pohon di Lahan Terbatas, hingga penggalangan donasi untuk puncak acara “Penanaman 1000 Mangrove” di Pesisir Marunda.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian serta dukungan Sebangsa dan Komunita.ID terhadap kegiatan sosial seluruh komunitas di Indonesia. Rasa salut yang besar juga kami sampaikan kepada komunitas-komunitas yang berdedikasi menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Indira.

Aksi “Penanaman 1000 Mangrove” di Pesisir Marunda diikuti oleh ratusan orang perwakilan dari berbagai Komunitas.

Salah satu masalah darurat yang perlu penanganan segera terkait isu lingkungan adalah “abrasi”. Mengingat tak banyak yang mengetahui tentang permasalahan tersebut beserta efek negatifnya bagi ekosistem pesisir pantai, pada kampanye kali ini Sebangsa & Komunita.ID fokus menyoroti pentingnya restorasi hutan mangrove.

Secara umum, abrasi merupakan proses pengikisan yang terjadi di pantai dan diakibatkan oleh gelombang laut. Dalam berbagai penelitian, abrasi ini juga kadang disebut dengan istilah “Erosi Pantai”. Titik yang mengalami pengikisan adalah garis pantai. Akibat yang ditimbulkan pun tergolong serius, mulai dari rusaknya keseimbangan alam sekitar hingga tergenangnya pemukiman penduduk di sekitar wilayah pantai.

“Jangan panik dulu, abrasi pantai masih bisa dicegah, kok! Salah satu cara sederhananya adalah dengan menanam mangrove atau bakau di daerah pesisir. Selain dapat menjaga garis pantai agar tetap stabil, tanaman ini juga mampu menjadi pengendali banjir, mengolah limbah, memelihara kualitas air, mengurangi risiko bahaya tsunami, dan sederet manfaat lainnya,” ujar Nathasi Fadhlin, Ketua komunitas KeMANGTEER Jakarta.

Menilik lebih spesifik, menurut Center for International Forestry Research (CIFOR), Indonesia memiliki sekitar tiga juta hektar hutan mangrove atau mewakili 20% lebih jumlah mangrove di dunia. Penelitian Harada & Kawata pada 2004 juga membuktikan bahwa penanaman 3.000 pohon mangrove per hektar, dengan diameter 15 cm, dan lebar hutan 200 m, mampu mengurangi tinggi gelombang tsunami sebesar 50-60% dan kecepatan tsunami 40-60%. Bahkan setiap hektar hutan mangrove di Indonesia menyimpan karbon lima kali lebih banyak dibandingkan dengan hutan tropis dataran tinggi.

Berbekal fakta-fakta mencengangkan seputar manfaat mangrove serta usaha untuk meningkatkan kesadaran dan menggugah kepedulian masyarakat, pada puncak acara “Festival Lingkungan Hidup”, Sebangsa & Komunita.ID bersama KeMANGATEER Jakarta menghelat acara “Penanaman 1000 Mangrove” di Pesisir Marunda, Jakarta Utara.

Peserta aksi Penanaman 1000 Mangrove membubuhkan tanda tangan pada banner, sebagai bentuk dukungan mereka terhadap restorasi hutan mangrove di Pesisir Jakarta.

 

“Kami sengaja memilih lokasi penanaman 1000 mangrove di wilayah Pesisir Marunda karena keadaan di sana cukup memprihatinkan. Tumpukan sampah yang terbawa arus kerap memenuhi wilayah hutan bakau, akibatnya ekosistem di sekitarnya pun terancam rusak. Belum lagi masyarakat sekitar yang masih minim kepeduliannya dalam menjaga kelestarian pesisir pantai,” ungkap Nathasi.

Terkait suksesnya pengumpulan donasi penanaman mangrove di Pesisir Marunda, Indira berujar, “Kami mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang sudah menyukseskan penggalangan donasi 1000 bibit mangrove yang dilaksanakan sejak awal Desember 2017 melalui fitur “Senggolan” di Sebangsa App. Melalui kegiatan ini semoga akan ada banyak hati yang terketuk untuk mulai peduli dengan kelestarian alam terutama pesisir pantai.”

Di akhir acara, Indira berujar, “Kami berharap, semangat untuk bergandengan tangan merestorasi hutan bakau tak berhenti sampai di sini. Semoga kelak akan ada banyak perusahaan yang bersedia mensponsori acara-acara terkait pelestarian lingkungan hidup.”

 

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa liputan acara komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke kontak@komunita.id. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *