Komunitas di Banjarnegara Bantu Korban Bencana Alam Dengan Sedekah Kopi

Ada banyak cara dilakukan untuk berbagi kepada sesama. Seperti yang dilakukan sejumlah komunitas di Banjarnegara pada Jumat (26/1/2018) malam dengan menggelar sedekah kopi. Kopi yang disajikan adalah kopi lokal asal Banjarnegara.

Kegiatan yang digelar di Taman Kota Banjarnegara ini cukup unik. Pengunjung yang datang cukup membeli kopi lokal khas Banjarnegara seharga Rp 20 ribu per cup. Nantinya hasil dari penjualan kopi ini akan disumbangkan untuk korban bencana tanah gerak di Desa Bantar dan Desa Suwidak Kecamatan Wanayasa.

“Kami melibatkan beberapa komunitas seperti komunitas kopi Baraapi, PSYDI dan sejumlah komunitas lainnya,” tutur ketua panitia sedekah kopi Moesngadi saat ditemui di sela-sela acara Jumat (26/1/2018) malam.

Menurutnya, selain untuk mengenalkan potensi kopi lokal kegiatan ini untuk membantu korban tanah gerak di Banjarnegara. Ia menargetkan penjualan 500 cup kopi untuk disumbangkan kepada korban bencana.

“Untuk bentuk bantuannya nanti seperti apa kami akan mengkomunikasikan terlebih dahulu dengan pihak Desa Bantar dan Suwidak,” ujarnya.

Selain itu, pengenalan kopi ini juga dimaksudkan agar para petani salak mau beralih untuk menanam kopi kembali. Pasalnya, selama ini tanaman salak yang berakar serabut menjadi salah satu pemicu terjadinya tanah longsor di Banjarnegara.

“Berbeda dengan kopi yang mempunyai akar tunggang dan lebih kuat menjaga tanah,” kata dia.

Sementara itu, ketua Baraapi (Banjarnegara Ana Kopi) Linggar mengatakan dalam sedakah kopi menyediakan kopi unggalan khas Banjarnegara. Misalnya untuk kopi Arabika yakni kopi Babatan dari Kecamatan Pagentan. Sedangkan untuk jenis Robusta yakni kopi Leksana dari Kecamatan Karangkobar.

“Kopi ini sudah memenangkan festival kopi tingkat nasional dan sudah dijual ke kota-kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta hingga Jember. Tetapi untuk di Banjarnegara sendiri masih banyak yang belum tahu. Karena itu perlu dikenalkan lagi,” ujarnya.

Sumber: DETIK

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa liputan acara komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *