Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) Rapatkan Barisan Tangkal HOAX

Hoaks atau kabar bohong telah menjalar hingga dunia kesehatan. Untuk menangkal hal tersebut, komunitas dokter NU yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) gencar merapatkan barisan.

Hal tersebut dikatakan dr Heri Munajib kepada NU Online melalui sambungan telepon pintar, Sabtu (3/2) malam. “Saya mewakili dari teman perhimpunan dokter NU yang sedang concern dalam menangkal hoaks medis atau hoaks kesehatan yang beredar di masyarakat. Ini sangat meresahkan,” katanya.

Segala tulisan hoaks tersebut, lanjut fungsionaris PDNU ini, akan dianalisa secara ilmiah sesuai dengan kaidah kedokteran. “Insya Allah kami akan rutin membedah hoaks kesehatan yang selama ini belum ada yang menggarap sehingga bermanfaat bagi masyarakat banyak,” tandas Heri.

Pria yang menjabat sebagai Residen Ilmu Penyakit Syaraf Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini mencontohkan, wabah difteri sebagai salah satu hoaks yang sedang viral. “Segala hoaks medis siap kami bongkar biar tidak membingungkan masyarakat awam, seperti kejadian wabah difteri yang dimotori para dokter Wahabi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PDNU dr MS Niam Masduqi, FINACS, MKes, SpB-KBD memperkenalkan organisasi baru yang dipimpinnya tersebut terbentuk atas inisiatif PCNU Malang dan dikukuhkan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj. Pengukuhan itu dilakukan di Malang pada peringatan hari lahir NU di Gedung Baiduri Sepah, 15 April 2017 silam.

“Sebagai organisasi profesi bagi para sejawat dokter NU yang semakin banyak jumlahnya. Saat ini ketua beserta segenap pengurus dan anggota PDNU se-Malang Raya sepakat bahwa organisasi ini sudah saatnya ada secara nasional dengan memiliki pengurus pusat hingga cabang,” tulisnya melalui WhatsApp.

Pada saat pengukuhan, lanjut Niam, KH Said Aqil Siroj sepakat jika PDNU diusulkan sebagai badan otonom pada Muktamar NU mendatang. “Untuk itu kami berencana mengadakan dua even besar tahun ini. Pertama, silaturahim nasional (Silatnas) dalam rangka menyamakan persepsi dan menentukan arah perjuangan yang akan dilaksanakan pada Juli 2018 di Unisma Malang,” paparnya.

Kedua, Kongres/Muktamar PDNU seluruh Indonesia yang akan membicarakan visi, misi dan AD/ART beserta pemilihan pengurus pusat. Agenda tersebut digelar akhir 2018. “Hal-hal terkait itu sudah dipersiapkan dan akan dilanjutkan dalam rapat panitia persiapan jelang silatnas dan pertemuan akbar,” tandas Niam.

Pria bernama lengkap Muhammad Shobachun Niam Masduqi ini bersama pengurus terus melakukan konsolidasi. Dirinya bersama pengurus dalam tahap menghimpun sejawat dokter NU yang tersebar di seluruh Tanah Air untuk diinventarisasi sebanyak mungkin. “Kami mengajak seluruh dokter NU se-Indonesia untuk bergabung dalam PDNU,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Ibnu Nawawi)

Sumber: NU

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa liputan acara komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke kontak@komunita.id. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *