Sejumlah Pegiat Komunitas Lingkungan di Solo Kampanyekan Indonesia Bebas Sampah 2020

Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018, para pemuda yang tergabung di beberapa komunitas pegiat lingkungan di Solo menggelar sosialisasi di Car Free Day (CFD) Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (25/2/2018) pagi.

Berbagai kegiatan turut menyemarakan puncak peringatan HPSN 2018 itu, seperti long march, atraksi teatrikal, fashion show, hingga workshop. Tak sebatas itu saja, mereka juga mengampanyekan program Bebas Sampah 2020.

“Kita di sini sebagai pemuda bertugas untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Di sini juga ada banyak partisipan, seperti komunitas Kresek Solo, Komunitas Forum Solo Hijau, Mapala, My Trip My Adventure Solo, Sekolah Adiwiyata SMKN 7, SMK N 4, dan SMK N 6,” kata Ketua Panitia HPSN 2018 Asri Pujihastuti saat ditemui di sela kegiatan.

Ditambahkannya, produksi sampah kian hari makin meningkat, untuk itu pihaknya bersama dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Surakarta mengajak generasi muda untuk ikut andil menjaga lingkungan. Menurutnya, produksi sampah di Indonesia mencapai 65 juta ton per tahunnya. Dirinya menilai masyarakat masih belum sadar pentingnya pengelolaan sampah.

“Di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Putri Cempo jumlah sampah sangat banyak, dan tidak menutup kemungkinan bisa terjadi bencana. Padahal saat ini Kota Solo menuju sebagai Kota Hijau, jadi ini menjadi kepedulian kita bersama terutama di generasi muda untuk peduli terhadap lingkungan,” jelas guru SMK N 7 Surakarta tersebut.
Asri juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta dalam mengolah limbah plastik menjadi sumber energi. Menurutnya, langkah tersebut bisa mewujudkan program Bebas Sampah di tahun 2020 nanti.

Sementara Koordinator Divisi Media dan Komunikasi Forum Solo Hijau Miftahul Ar Rozaq mengatakan pihaknya sebagai pegiat lingkungan bertugas melakukan pendampingan baik di sekolah maupun masyarakat. Namun hal itu tidak bisa dikerjakan sendiri, melainkan perlu kerja sama dengan berbagai pihak agar tercipta Kota Solo yang hijau.
“Kita bersama-sama memotivasi masyarakat dan bergerak bersama untuk mewujudkan Indonesia Bebas Sampah 2020. Selain itu kita juga selalu mengajak masyarakat peduli lingkungan dengan media sosial,” kata Miftahul.

Senada, Ketua Komunitas Kresek (Kreasi Sampah Ekonomi Kota) Solo Joko Utomo menyebut, pengelolaan sampah menjadi kunci terwujudnya program bebas sampah. Berbagai karya inovatif perlu dilakukan agar sampah bisa memberikan manfaat lebih. Seperti pembuatan ecobrick yang dapat digunakan sebagai kursi dan meja.
“Selain itu dengan adanya bank sampah juga dapat mengurangi produksi sampah. Perlu ada pengumpulan, pengelolaan sampai penjualan. Jadi sampah yang kita buang ternyata bernilai ekonomi tinggi,” ucap Joko.

Sumber: SOLO TRUST

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa liputan acara komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *