Turun Tangan Pekanbaru: Ajak Anak Muda Berjuang Demi Kemajuan Bangsa

Komunitas Turun Tangan merupakan komunitas yang digagas oleh Anies Baswedan pada tahun 2013. Saat itu, komunitas ini baru terbentuk di beberapa daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, termasuk Pekanbaru.

Komunitas ini terus memperlihatkan hal positif dengan peduli sesama. Pada 5 Desember 2013 merupakan awal terbentuknya komunitas Turun Tangan di Pekanbaru.

Selain itu Komunitas Turun Tangan merupakan sebuah komunitas yang bisa diikuti oleh siapa saja. Komunitas ini berisikan relawan yang senantiasa melakukan hal-hal baik. Relawan tersebut melakukan sesuatu hal di segala aspek (pendidikan, ekonomi, politik, sosial budaya) tanpa mengharapkan imbalan. Komunitas inipun memiliki jargon “Pejuang Bukan? Hadapi!”.

“Kejahatan merajalela bukan karena banyaknya orang jahat tapi karena orang baik yang memilih diam dan mendiamkan. Maka dari itu, Turun Tangan hadir untuk mengajak Anda khusunya pemuda untuk melakukan hal positif demi kemajuan bangsa,” ungkap Atika Windi Astuti selaku Koordinator Relawan Turun Tangan Pekanbaru, Selasa (10/4/2018).

Saat ini, komunitas Turun Tangan Pekanbaru sudah memiliki kerjasama profesional dengan SMA N 1 Pekanbaru melalui Himpunan Karya Anak Terdidik (HIKAYAT) yang berada di SMA N 1 Pekanbaru. Tujuan dari kerjasama ini adalah untuk mempertahankan kontinuitas komunitas Turun Tangan Pekanbaru, sehingga orang-orang baik bisa terus berbuat positif walau memiliki pemikiran yang berbeda-beda.

Selain itu, komunitas Turun Tangan Pekanbaru pernah mengadakan “Peringatan Hari Anti Korupsi” yang dilaksanakan bersama dengan banyak komunitas di Pekanbaru, seperti Akademi Berbagi, Komunitas Pena Terbang dan aksi lainnya.

Selain aktif di Riau, komunitas Turun Tangan Pekanbaru juga aktif dalam mengikuti acara nasional. Pada awal 2018, komunitas Turun Tangan Pekanbaru mengirimkan delegasinya untuk mengikuti Gathering Nasional Turun Tangan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Pada acara ini, terkumpullah delegasi-delegasi dari 28 daerah yang memiliki komunitas Turun Tangan di seluruh Indonesia.

“Kalau misalnya sesuatu itu rusak, jangan mengutuk kegelapan, yang perlu kita lakukan adalah menyalakan lilin sebagai cahaya. Teruslah berbuat baik walaupun kita belum baik sepenuhnya. Dengan seperti itu semoga nantinya kumpulan orang baik lebih banyak daripada kumpulan orang jahat,” sambungnya.

Sumber: RIAUSKY

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa profil komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *