Kapten Kecil: Salurkan Energi Anak Dalam Berbagai Aktivitas Positif

Berawal dari keprihatinan banyak anak zaman sekarang yang malas bergerak karena terpaku gadget, sekelompok orangtua muda membentuk Kapten Kecil. Inilah komunitas yang mengajak anak bergerak dalam bentuk olahraga futsal.

Anak yang datang bergabung ke Kapten Kecil akan diajak mengeluarkan energinya, bermain bersama, dan belajar menerima instruksi olahraga. Lucunya, setiap anak usia 3 – 6 tahun yang bergabung, masing-masing akan dipanggil ‘Kapten’ sehingga memotivasi mereka untuk bertanggung-jawab.

“Kapten Kecil founder-nya Andhika Akbar di Depok, Jawa Barat, dua tahun lalu. Awalnya hanya di Depok, tapi sekarang sudah buka cabang di Jabodetabek kecuali Bekasi dan terakhir kami buka di Balikpapan (Kalimantan Timur),” cerita Vina Sri Rahayu, owner Kapten Kecil cabang Bogor yang juga bertindak sebagai Asisstant Coach.

“Awalnya karena kami sama-sama punya visi-misi mengajak anak bergerak karena zaman sekarang orangtua sudah memberi gadget pada anaknya. At least sekali dalam seminggu selama satu jam kami mengajak anak bergerak agar mereka tahu gerak motorik halus dan kasar,” tambahnya.

Para Kapten akan dilatih oleh Coach yang memiliki metode latihan terpusat dari Andhika —yang memang sudah mengantongi lisence dari PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Inndonesia). Latihan akan berlangsung setiap akhir pekan, empat kali dalam sebulan, dengan biaya keanggotaan sekitar Rp200 ribu – Rp350 ribu. Dengan budget itu, Kapten kesayangan kamu akan mendapat laporan pelatihan per tiga bulan dan latihan reguler bersama para Coach.

Namun, jika Moms masih ingin mencoba lebih dulu, disarankan untuk membayar fee per kedatangan saja sejumlah Rp75 ribu. Dari situ kamu bisa melihat antusiasme si kecil sehingga bisa memutuskan untuk bergabung atau tidak.

“Kami sarankan kalau mau mencoba, (bayar) per kedatangan saja karena anak itu responnya beda-beda. Ada anak yang suka bergerak dan nyaman di sini tapi ada juga ada yang belum tentu nyaman dikasih instruksi. Tidak fair memutuskan untuk bergabung hanya dari sekali bermain, at least empat kali permainan baru kelihatan,” tambah Vina yang karib disapa Coach Vina.

Kapten Kecil di berbagai cabang kini sudah memiliki banyak member. Kapten Kecil Bogor contohnya, sejak berdiri pada Februari 2018 sudah memiliki 16 member tetap dan belum ditambah mereka yang bergabung per kedatangan. Sedangkan Kapten Kecil Depok sudah memiliki kurang lebih 25 anggota dan dibagi dalam dua kelompok umur; di atas 7 tahun dan di bawah 7 tahun. Pembedaan ini dilakukan karena memang ada distingsi dalam metode pelatihan dan instruksi.

Saat kru vemale.com mencoba sendiri komunitas ini ternyata memang benar ada excitement dari anak yang tidak bisa digambarkan. Anak usia empat tahun yang kami bawa untuk berlatih bersama, terlihat sangat nyaman dengan metode pelatihan dan girang tak terkira ketika berlari dari ujung lapangan satu ke ujung lainnya.

Keceriaannya bertambah karena metode pelatihan yang menggunakan instrumen macam cone dan lingkaran berwarna-warni. Mungkin di mata dia, ini seperti permainan ketangkasan yang mewujudkan imajinasinya untuk berlari tanpa henti.

Memang masih ada kesulitan dalam menerima instruksi, tapi secara keseluruhan dia gembira. Ditambah lagi ada sticker dan stempel yang dibagikan seorang coach selepas latihan. Gimmick yang sederhana namun mengena karena membuat anak termotivasi untuk mendapatkannya.

Sumber: VEMALE

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa profil komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke kontak@komunita.id. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *