Dahrizal: Pantang Menyerah Tingkatkan Literasi di Desa Kuala Baru, Kabupaten Aceh Singkil

“Saya ingin anak-anak jauh lebih percaya diri, Bu, saat nantinya mereka harus bersaing dengan orang lain diluar sana,” ucap pemuda kelahiran 1990 yang merupakan Sarjana Peternakan dari salah satu kampus di Kota Padang ini. β€œMengoperasikan komputer saja saya sangat malu karena tidak memiliki cukup ilmu saat itu,” lanjutnya.

Dahrizal namanya. Salah satu pemuda yang menginisiasi berdirinya perpustakaan di Desa Kuala Baru, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh. Sejak tahun 2010, sebenarnya telah ada perpustakaan di desa ini, lokasinya masih menumpang di rumah Pak Keuchik atau Bapak Kepala Desa. Namun ada pula bangunan posyandu yang terhitung jarang digunakan. Melihat adanya potensi, Dahrizal mulai bergerak.

Ia membuat proposal pengajuan kepada pemerintah daerah berkaitan dengan pengadaan buku-buku untuk mengisi perpustakaan di Kuala Baru. Pada tahun 2012, pengadaan buku-buku dari pemerintah pun mulai berdatangan. Hanya saja belum ada gedung perpustakaan mandiri saat itu. Pada saat itulah ia mulai mengusulkan ide untuk mengaktifkan perpustakaan di bangunan posyandu. Setelah melalui proses diskusi, ide ini akhirnya disambut baik oleh aparatur desa.

Selayaknya hidup, Dahrizal yang semula bersemangat sempat mengalami demotivasi. Ada masa dimana ia harus fokus menjadi tulang punggung keluarga. Ditambah lagi opini dari berbagai pihak yang sempat ditujukan kepadanya, ada masa-masa dimana niatnya dipandang sebelah mata dan mengajak anak-anak membaca dianggap sia-sia. Namun hal tersebut bukan menjadi alasan bagi Dahrizal untuk berhenti.

Akhirnya, April lalu perpustakaan desa diaktifkan. Saat pintu perpustakaan desa terbuka, anak-anak berlarian datang ke perpustakaan desa. Rasa ingin tahu dan minat baca anak-anak di Desa Kuala Baru sedang tumbuh. Saat ini Dahrizal sedang mengajukan anggaran dana desa untuk pengadaan komputer. Harapannya semoga ada pengelola perpustakaan yang mampu menjaga dan mengelola perpustakaan dengan baik dikemudian hari.

Narasi: Nurul Istiqamah, Pengajar Muda Indonesia Mengajar Angkatan XV Kab. Aceh Singkil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *