Keliling Sekolah di Jakarta, Komunitas Ini Beri Edukasi soal Reptil

Room Pets Djakarta (RPD), sebuah komunitas pecinta reptil, berupaya mengenalkan berbagai jenis reptil kepada anak-anak. Ketua RPD Ilham mengatakan, salah satu caranya adalah dengan berkeliling ke sekolah-sekolah di Jakarta dan mengadakan kelas khusus untuk memperkenalakan reptil secara langsung kepada anak-anak. “Untuk mengenalkan kalau reptil itu enggak menakutkan, bukan hama juga. Jadi, ada beberapa reptil yang bisa kita pelihara, ada yang memang enggak wajar kita pelihara, kayak ular berbisa. Jadi tujuannya untuk edukasi,” ujar Ilham saat ditemui di acara CFD Sudirman-Thamrin, Minggu (9/12/2018) pagi.

Ia biasanya datang ke sekolah-sekolah sesuai undangan. Tak terhitung lagi banyaknya sekolah yang telah dikunjungi oleh komunitas yang berdiri sejak Mei 2014 ini. Ilham mengatakan, komunitas ini pertama kali dibentuk oleh ia dan sejumlah temannya yang juga memiliki ketertarikan merawat reptil. “Kami enggak punya base camp, jadi kumpul kalau di CFD atau kalau ada pameran-pameran begitu,” tuturnya. Saat ini, ada sekitar 20 anggota aktif yang tergabung dalam komunitas tersebut. Selain sosialisasi, komunitas ini juga menjawab pertanyaan masyarakat seputar reptil melalui akun Facebook dan Instagram. Ia menyebut, anggota komunitas ini tak harus memiliki reptil. “Yang enggak punya reptil juga enggak apa-apa gabung. Yang penting mau belajar dan berbagi ilmu. Seperti kalau sedang di CFD seperti ini,” tuturnya.

Ilham mengatakan, ular dan berbagai jenis reptil yang biasa dipamerkan di kawasan CFD dan dibawa ke sekolah-sekolah sudah dipastikan jinak dan tak berbahaya. “Ini kan kebetulan yang dibawa ular saja, karena yang paling gampang dibawa itu ular. Biasanya ada juga yang bawa iguana, biawak, kadal, tapi kadang ada yang bawa sugar glider atau musang juga. Semuanya aman untuk pengunjung,” kata dia.

Sumber: Megapolitan Kompas
Penulis : Sherly Puspita
Editor : Andri Donnal Putera

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa profil komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *