Berkonstum Unik, 44 Komunitas dan Entitas Kota Pontianak Galang Dana Bagi Korban Tsunami Selat Sunda

Aksi gabungan penggalangan dana bersama seluruh komunitas dan entitas peduli korban Tsunami Selat Sunda di sembilan titik persimpangan Kota Pontianak, Minggu (30/12).

Koordinator inti aksi galang dana Asrul Putra Nanda (31), mengatakan sampai hari ini ada 44 komunitas yang bergabung menggalang dana untuk korban tsunami di Selat Sunda.

 “Jadi 44 komunitas itu geraknya satu tujuan yaitu untuk menggalang dana di sembilan titik persimpangan yang ada di Pontianak,” ujarnya.

Sekitar 220 kotak penggalang dana tersebar di sembilan titik tersebut.

Dari pantauan tribunpontianak.co.id, aksi galang dana ini menarik perhatian publik dengan kostum yang dipakai oleh para penggalang dana.

Asrul mengatakan aksi galang dana ditambah dengan teman-teman yang kreatif dan seni, penggunaan atribut seperti super hero spiderman, hanoman dari komunitas OI, akatsuki dan lain-lain

Untuk kemarin kata Asrul, tanggal 29 Desember dana yang terkumpul mencapai Rp.39 juta lebih. “Karena memang kita menggalang dana dua hari, dari tanggal 29-30 Desember,” ujarnya.

Asrul menjelaskan bahwa pengumpulan donasi terkahir hari ini pukul 17.00 WIB, di Tugu Bundaran Digulis Untan dimana seluruh komunitas yang telah bergabung berkumpul untuk menyampaikan data dana yang terkumpul berapa di setiap titik.

“Kemudian seluruhnya akan kita serah terimakan kepada Rumah Zakat, untuk saudara kita yang terkena musibah di Selat Sunda baik di Lampung maupun Banten melalui Rumah Zakat,” pungkasnya.

Satu diatara perwakilan yang bergabung yakni Komunitas Gerakan Pemuda Relawan Kesehatan (Geprek) Edi Arianto (19) mengaku baru menggabungkan komunitasnya, namun ia merasa sangat senang karena bisa membantu menggalang dana.

Sumber : Tribun Pontianak
Penulis: Ya’M Nurul Anshory
Editor: Dhita Mutiasari

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa liputan acara komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *