Komunitas Tu Konjo Gelar Pertandingan Domino di Makassar, Peserta juga dari Gowa, Maros, Takalar

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Puluhan warga komunitas Tu Konjo yang bermukim di Makassar dan sekitarnya, berkumpul di Hotel Denpasar Makassar, Sabtu (2/3/2019) malam lalu.

Mereka mempererat tali silaturahmi dalam kemasan pertandingan domino sesama Tu Konjo.

Lomba domino yang berlangsung di lantai tujuh hotel milik salah seorang warga Bulukumba yang bermukim di Kabupaten Gowa itu, dibuka oleh mantan Bupati Bulukumba, Patabai Pabokori, ditandai dengan pemukulan gong.

Sesuai rilis yang diterima Tribun Timur dari anggota komunitas Tu Konjo, juara pertama lomba yang dimulai sekira pukul 20.00 Wita itu adalah Prof Imran Umar berpasangan Herman Bagong.

Juara kedua Kadir Fatwa dan pasangannya, sedangkan juara ketiga direbut Siswan dan pasangannya.

Selain memperebutkan tiga hadiah utama, panitia juga memberikan 15 hadiah hiburan kepada peserta.

Lomba ini disemarakkan dengan hadirnya sejumlah calon anggota legislatif (caleg) asal Bulukumba yang saat ini berjuangan mendapatkan kursi di parlemen.

Baik caleg untuk DPRD kabupaten dan kota, maupun untuk DPR RI. Mereka terlihat larut dalam suasana penuh kekeluargaan.

Semua berlangsung tanpa sekat dalam semangat bersaudara tanpa harus sedarah.

Andi Badi Sommeng, salah seorang penggagas kegiatan, mengatakan, lomba domino ini diadakan untuk mempererata tali silaturahmi antarsesama Tu Konjo di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, dan Maros.

“Daripada saling sindir di grup WA terkait capres dukungan masing-masing, lebih baik kita kumpul-kumpul main domino untuk mengakrabkan suasana kekeluargaan sesama Tu Konjo,” tutur A Badi, sebelum pertandingan dimulai.

Kegiatan ini dilakukan secara swadaya oleh komunitas Pa’rappunganna Tu Konjo. Anggota komunitas yang tergabung dalam grup media sosial WhaatApp ini sudah sekitar 400-an orang.

 

Sumber : Tribun Makassar.
Editor: Insan Ikhlas Djalil

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa liputan acara komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *