Anggota Komunitas Doodle Art Pekanbaru Bikin Pesan Moral di Gambar

Seperti yang dilakukan Komunitas Doodle Art Pekanbaru. Mereka mengekspresikan perasaan melalui gambar.

Selain faktor hobi, anggota komunitas ini juga menyampaikan pesan-pesan moral melalui talenta seninya.

Doodle Art Pekanbaru merupakan wadah bagi mereka untuk menggali dan mengembangkan kemampuan melukis.

Doodle Art Pekanbaru melalui Humas, Candra Ade Syahroni mengatakan, seni lukis modern ini banyak diminati kalangan milenial karena pengerjaannya lebih sederhana.

Candra menyebutkan, komunitas mereka beranggotakan sekitar 30 orang.

Sebanyak 20-an orang di antaranya berdomisili di Kota Pekanbaru. Selebihnya tersebar di sejumlah kabupaten/kota Riau.

Komunitas Doodle Art Pekanbaru dideklarasikan pada 2 Oktober 2016.

Basecamp Doodle Art Pekanbaru terletak di Jalan Melur, kawasan Panam.

“Ke depan kita mau buat jadi berbadan hukum supaya terdaftar di pemerintahan,” ujar mahasiswa Jurusan Teknik Informatika UIN Suska ini, Senin (25/3).

Menurut Candra, anggota komunitas terdiri dari berbagai genre lukis. Seperti genre lettering, ilustrasi, sketsa wajah, mandala, zentangle dan pointilizm. Ia sendiri mampu beberapa genre.

Pria 29 tahun ini mengatakan, anggota komunitas rutin mengadakan pertemuan setiap bulan.

“Kadang sebulan, kita bisa meet up hingga tiga kali,” katanya. Berbagai hal mereka bahas dalam setiap pertemuan itu. Antara lain, workshop, sharing session dan menggambar bareng.

Komunitas ini juga sering diundang ambil bagian dalam berbagai event. Baik yang ditaja pemerintah maupun swasta. Seperti pameran yang diadakan Pemerintah Provinsi Riau dan di pusat perbelanjaan.

“Kalau kita diundang mengisi acara, lumayanlah buat nambah-nambah uang saku,” kata Candra yang memiliki jiwa seni turun dari ayahnya.

Pria kelahiran Rokan Hulu ini menilai, menekuni Doodle Art sangat menjanjikan.

Beberapa anggota komunitas, kata dia, pernah dibayar mendekorasi kafe. Bahkan ada di antara karya sudah dipamerkan dalam event nasional sampai internasional.

Warga Jalan Garuda Sakti, Pekanbaru ini mengatakan, Doodle Art Pekanbaru berafiliasi dengan Doodle Art Indonesia. Di Riau, komunitas ini juga berdiri di Dumai dan Bengkalis.

Menurut Candra, ada nilai pesan yang ingin disampaikan dalam setiap karya mereka. Di samping hanya sekadar menyalurkan hobi.

“Kerjanya memang seperti mencoret-coret. Tapi ada pesan yang kita sampaikan. Seperti sikap dan rasa nasionalisme pas pada hari kemerdekaan,” ujarnya.

Selain itu, ada juga lukisan yang mengandung pesan moral, sosial dan lingkungan. Doodle Art Pekanbaru juga menggelar mural amal

Misalnya pada musibah kebakaran di Kampung Bandar tahun lalu. Anggota komunitas menggambar bareng untuk menghibur para korban.

Penulis: Fernando Sihombing
Editor: ihsan
Artikel ini disadur dari Tribun Pekanbaru.

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa liputan acara komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *