Komunitas Big Bos, Selalu Promosikan Destinasi Wisata di NTT

Komunitas motor gede ini terkenal dengan nama Big Bos.

Salah satu kegiatannya melakukan touring ke lokasi-lokasi wisata yang ada di NTT. Dan sudah banyak daerah yang dikunjungi

Komunitas ini sudah hadir sejak 15 Mei 2015.

Mereka selalu berbagi lewat media sosial setiap momen kunjungan mereka. Tujuannya, agar tempat-tempat wisata di NTT semakin dikenal luas.

Awalnya hanya beranggotakan lima personil yang menaruh minat pada motor gede dan suka berpetualang. Lambat laun, semakin banyak orang bergabung menjadi anggota karena tertarik dengan berbagai aktivitas menarik yang dilakukan oleh komunitas ini.

Maka dibentuklah sebuah club dengan nama Big Bike Owners Soe (Big Bos), karena bermarkas di SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Ketua Big Bos, Vicky Lay di Kupang, Jumat (29/3/2019), menuturkan, latar belakang terbentuknya Big Bos, berawal dari hobi yang sama di antara beberapa pengendara motor yg sering melakukan touring setiap minggu. Lokasi yang dikunjungi juga sudah cukup banyak.

“Baru-baru ini Big Bos touring ke beberapa lokasi wisata di Kabupaten Rote Ndao, antara lain
Mulut seribu, Oe Langga, Karang Bolong, Pantai Perawan, Dermaga Batu Tua, Tangga 300 bukit Mando’o, Pantai Oeseli, Telaga Nirwana, Pantai Nembrala, Batu Termanu, Pantai Bo’a dan Dermaga Deate Oebou,” ujarnya sambil memberikan masukan untuk Pemda Rote bisa lebih memperhatikan dan membenahi jalan menuju ke tempat wisata sehingga agar wisatawan bisa lebih mudah mengakses ke lokasi wisata di Rote Ndao

Ia juga berterima kasih kepada Pemda dan Polres Rote yang menerima kehadiran Big Bos dan memberikan keleluasaan untuk explore wisata alam di Rote Ndao.

Mengenai sejarah pembentukan Big Boss, Vicky mengungkapkan, awalnya beranggotakan lima orang saja seiring berjalannya waktu, anggota Big Boss bertambah dan saat ini sudah mencapai mencapai 55 orang.

“Siapa saja boleh bergabung dengan komunitas ini yang penting menyukai motor gede dan suka touring ke lokasi-lokasi wisata di NTT. Saat ini anggota komunitas Big Bos terdiri dari berbagai kalangan, anak muda, orang tua, PNS maupun swasta,” jelasnya.

Kegiatan Komunitas Big Bos
Kegiatan Komunitas Big Bos (VICKY untuk POS-KUPANG.COM)

Namun ia menegaskan, jika ada anggota yang berhalangan ikut dalam touring tidak masalah. “Tidak memaksa, intinya kalau ada urusan penting ya bisa tidak ikut, kami tentunya memaklumi,” ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya setiap anggota mesti punya kepedulian terhadap lingkungan dan menaruh perhatian pada pembangunan di NTT, misalnya soal infrastruktur jalan dan sebagainya.

“Kami tidak hanya sekedar touring saja, dalam touring kita peka melihat berbagai fasilitas umum, jalan dan macam-macam. Kalau memang ada hal yang kurang, contohnya jalan rusak, yah kami suarakan lewat media sosial. Karena akses jalan sangat penting, kalau jalannya buruk, bagaimana wisatawan bisa jangkauan lokasi wisata,” ungkapnya.

Kegiatan Komunitas Big Bos
Kegiatan Komunitas Big Bos (VICKY untuk POS-KUPANG.COM)

Selain kegiatan touring, kata Vicky, untuk memperkuat persaudaraan dan solidaritas komunitas, mereka mengadakan tatap muka, sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan, tujuannya saling berbagi pengalaman, suka-duka dan saling menguatkan satu sama lain.

Ada juga arisan, untuk saling membantu meringankan beban ekonomi keluarga para anggota sekaligus memperkuat khas komunitas.

Big Bos juga sering melakukan aksi sosial, yaitu mengunjungi dan berbagi rejeki dengan anak-anak di Panti Asuhan.

Sementara itu, Aryo Tasese koordinator Big Bos di Kota Kupang menjelaskan, ada banyak manfaat yang ia dapatkan sejak bergabung dengan Big Bos.

Menurutnya, kepekaan dan kepedulian sosialnya semakin terasah. “Yah kita makin sadar bahwa segala sesuatu, kekayaan alam itu harus kita jaga bersama, itu merupakan aset kita bersama,” ungkapnya. Selain itu ia juga merasa hobi untuk berpetualang tersalurkan dengan adanya Big Bos ini. (Laporan Reporter Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Hermina Pello
Artikel ini disadur dari Tribun Kupang.

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa profil komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *