Sensasi Sajian Kopi dari Komunitas Kopi Taji Lereng Bromo di Malang, Edukasi Tentang Dunia Kopi

Komunitas Kopi Taji Lereng Bromo di Desa Taji, Kecamatan Jabung punya cara tersendiri kenalkan proses penyajian kopi dengan kearifan lokal yang dimilikinya.

Bertempat di wisata Lereng Kopi Taji, Rabu (3/4/2019).

Puluhan masyarakat dari berbagai daerah sekitar Malang Raya, turut ambil bagian dalam event yang bertujuan mengedukasikan masyarakat tentang seluk-seluk beluk dunia kopi.

Sertu Heri Purnomo, yang merupakan penggagas produk Kopi Babinsa Desa Taji menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat agal lebih mengenal dunia kopi.

Baginya, penyajian kopi hingga bisa dinikmati membutuhkan sebuah proses yang benar.

“Kopi yang kita petik tadi udah satu tahun. Untuk cupping ini kami patok di tengah-tengah maksimal dua tahun dan minimal 6 bulan,” terang pria yang akrab disapa Pak Heri itu kepada para peserta.

Heri menerangkan penyimpanan kopi dan proses roasting juga memengaruhi cita rasa seduhan kopi.

Para peserta dengan antusias melihat praktik penyajian kopi. Mulai dari proses penggilingan grinder hingga penuangan kopi ke gelas.

“Usai di grinder lalu dituang kasih air panas. Diamkan dulu selama 4 menit. Itu penting,” ucapnya.

Di depan peserta terdapat 7 cangkir kopi dengan beragam jenis bijih kopi. Hari menjelaskan, tiap bijih kopi tersebut mempunyai proses berbeda dalam penyimpanan hingga pengolahannya. Maka dari itu, proses pengolahan kopi sejak dipetik dari pohonnya merupakan hal yang berpengaruh.

“Seperti halnya Immature Coffee ini, dia ada sisi fermentasinya jadi rasanya bisa berbeda-beda,” ungkap pria kelahiran 10 Agustus 1977 ini.

Pria yang menjadi anggota TNI sejak tahun 1995​ itu menegaskan, komunitasnya terbuka bagi siapa saja yang mau belajar cara penyajian kopi.

“Mari kita sama-sama belajar, tujuan komunitas kami adalah berbagi dan sharing. Saat ini masih musim hujan jadi belum tepat untuk menjelajah pohon kopi di kebun belakang. Nanti rencananya kalau habis lebaran kami adakan event serupa dengan memetik bersama biji kopi dari pohonnya,” terang owner produk Kopi Babinsa Taji itu.

Salah satu peserta, Huda Miftahul mengungkapkan ini merupakan pengalama pertamanya mengenal proses penyajian kopi. Menurutnya, ternyata penyajian kopi punya kerumitan tersendiri.

“Ini pertama kali. Tadi ada banyak gelas kan kita seduh bersama-sama tapi rasanya bisa berbeda-beda. Menarik saya ingin belajar tentang kopi lebih dalam lagi,” terang pria asal Pekalongan yang kini bekerja di Kota Malang itu

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Sudarma Adi
Artikel ini disadur  Tribun Jatim.

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa liputan acara komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *