Peace Generation dan MDMC Bangun Sekolah Cerdas di Amaholu

Lentera Maluku. Sekolah CERDAS (Ceria, Damai, dan Siaga Bencana), merupakan program dari Peace Generation dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), yang mendapatkan pendanaan dari Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LazisMu), dengan fokus pada pembelajaran di Sekolah, tentang bencana alam dan bencana sosial.

Kegiatan Sekolah Cerdas dilaksanakan di lima kota, yaitu Cianjur, Yogyakarta, Surabaya, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku.
Kegiatan diskusi di Sekolah Cedas. (Dok: Suhandi Hasan)

Pada Sabtu (13/04), Sekolah Cerdas bekerjasama dengan MTs Muhammadiyah Amaholu menyelenggarakan diskusi bersama para siswa, tentang Menjaga Alam di Negeri Para Raja. Acara ini bertempat di MTs Muhammadiyah Amaholu, dengan mengundang enam pemateri yakni Gorgie Alva Manuhuwa founder Beta Bank Sampah, Sandhi Raditya dari Biorock Indonesia, Muhammad Yusuf Zulfikar Dokter Umum di RS GPM, Arief Kurnia Riarmanto Aktivis Lingkungan, Muhammad Acep Ode dari komunitas Arus Balik, dan Suhandi Hasan yang berbagi cerita mengenai pengalaman mendapatkan kesempatan ke China.

Acara diskusi tersebut, juga melibatkan lima sekolah lainnya, seperti MI Muhammadiyah Amaholu, MTs Muhammadiyah Amaholu, SD Negeri BPD Amaholu Losy, SMP Negeri Satap Amaholu Losy, dan SMA Muhammadiyah Limboro.

Gorgie Alva Manuhuwa founder Beta Bank Sampah, sedang memperkenalkan jenis-jenis sampah. Dok Suhandi

Maluku menjadi salah satu lokasi penempatan dengan fokus di Dusun Amaholu dan Amaholu Losy, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat. Yang dikoordinir oleh Untung Fiki Rumau. Sebelumnya, kegiatan ini sudah dilakukan sejak akhir tahun 2018, yakni Kakak Cerdas batch 1 penempatan di Maluku di Negeri Luhu, Kecamatan Huamual sejak bulan November 2018 sampai dengan bulan Februari 2019, kemudian dilanjutkan batch 2 di Dusun Amaholu dan Amaholu Losy.

Menurut salah satu fasilitator program sekolah cerdas yang ditugaskan di Maluku, Amsa Nadzhifa, Ia berharap para siswa bisa menangkap sesuatu yang baru, dari apa yang disampaikan oleh narasumber.

“Melalui kesempatan ini, adik-adik bisa mendapatkan hal baru, pengetahuan baru, sehingga ada semangat untuk menjaga alam sekitarnya dan menempuh pendidikan selanjutnya.”, kata Amsa.

Kegiatan baca oleh para siswa.

Pada kegiatan itu, siswa sangat antusias mendengar para narasumber berbagi pengalaman dan pengetahuan , seperti jenis-jenis sampah, menjaga terumbu karang, cara menjaga kebersihan tubuh agar tetap sehat, kebiasaan membaca, dan kelas inspiratif mencari ilmu hingga ke luar negeri.

Salah satu guru MTS Muhammadiyah Amaholu, Imran Walley mengatakan, “Ini menjadi sebuah kesempatan untuk anak-anak kami di sini untuk menerima informasi dari kakak-kakak yang sudah berpengalaman”.

Direncanakan, pada awal bulan Ramadan nanti, Sekolah Cerdas akan melakukan kegiatan Peacesantren yakni pesantren kilat, dengan fokus pada pengenalan 12 nilai dasar perdamaian dari Peace Generation, selama tiga hari di SMA muhammadiyah Limboro.

Artikel ini disadur dari Kumparan

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa liputan acara komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *